Persani Blak-blakan Soal Curhatan Rifda Ke Jokowi dan Menpora
CNN Indonesia
Kamis, 16 Jun 2022 15:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rifda Irfanaluthfi curhat minta perhatian ke Presiden Jokowi dan Menpora. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) memberikan klarifikasi terkait curhatan atlet senam Indonesia, Rifda Irfanaluthfiyang minta diperhatikan Presiden Jokowi dan Menpora Zainuddin Amali.
Federasi yang dipimpin Ita Yulianti Irawan ini menekankan tak ada pengabaian terhadap Rifda dalam mewujudkan misi lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.
Menurut Ita semua pihak baik federasi hingga pemerintah memberikan dukungan penuh kepada Rifda untuk merealisasikan ambisi tersebut.
Ita mengatakan pihaknya mengetahui cedera Rifda selepas SEA Games 2021 Vietnam. Usai bertanding di SEA Games, PB Persani juga sempat mengadakan pertemuan bersama Rifda, orang tua, pelatih, manajer bidang prestasi, serta dokter timnas.
"Kami tanya kemauan Rifda apa? Ia menyampaikan ingin lolos Olimpiade, yang kualifikasi pertamanya di World Championship Liverpool. Namun ada aturan baru bahwa semua atlet yang turun di Liverpool harus mengikuti turnamen kontinental. Artinya Rifda harus turun di Asia Championship Doha pada 15-18 Juni ini," kata Ita dalam rilis PB Persani, Kamis (16/6).
"Pelatih saat itu juga menyampaikan akan ada konsekuensi yang harus diambil Rifda terkait kondisi cedera serta event-event yang akan diikutinya dalam rangka lolos Olimpiade. Rifda katakan tetap ingin turun di Liverpool," kata Ita menambahkan.
Atas tekad Rifda tersebut, PB Persani meminta pendapat dokter tim untuk SEA Games terkait kesiapan fisik anak asuhnya bekaitan dengan cederanya.
Dokter mengatakan kondisi Rifda memungkinkan tampil di Doha, dengan catatan tetap harus menjalani terapi karena selama SEA Games pun Rifda juga mendapat penanganan dari tim medis CdM tim Indonesia.
Sepulang dari Vietnam, Persani juga langsung melakukan MRI untuk kembali memastikan kondisi Rifda sebelum berangkat.
Hasilnya Rifda tetap dinyatakan bisa tampil. Atas rekam medis itu, PB Persani bersama Persani DKI Jakarta pun sepakat membiayai keberangkatan Rifda dan pelatih sebagai bentuk komitmen mereka. Turut mendampingi pula Hesti, perwakilan Persani yang bertugas sebagai ITO (juri internasional) di Doha yang juga diamanatkan membantu kebutuhan Rifda.
Persani, lanjut Ita, memang tidak membawa tim medis ke Doha. Namun, Ita mengatakan dirinya sudah berkomitmen memberikan fasilitas masseur profesional setempat untuk menangani cedera atlet 23 tahun yang baru saja menyabet 2 emas dan 1 perunggu di SEA Games 2022 Vietnam.
"Kami sudah membuatkan appoitment untuk masseur yang menangani cedera Rifda selama tampil di Doha. Itu dibuat sebelum Rifda berangkat. Bahkan kami juga mengurus Rifda terapi selama di Jakarta. Mungkin ada misscommunication karena pihak kami tiba di Doha sehari setelah Rifda, sehingga setelah latihan dia merasa tidak nyaman atas cederanya hingga curhat di media sosial," kata Ita.
"Kami menyayangkan sikap Rifda yang langsung berbicara di media sosial karena komunikasi kami sebenarnya lancar, dan tidak ada keluh kesah Rifda ke kami bahwa ia merasakan sakit atau sesuatu ketika di Doha. Sebagai Ketua PB Persani, saya meminta maaf atas sikap atlet saya," ucap Ita menambahkan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Ita mengatakan seluruh pihak, baik Persani DKI Jakarta, PB Persani, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta pemerintah sangat concern terhadap misi senam, yakni meloloskan pesenam Indonesia untuk pertama kali ke Olimpiade.
Rifda, katanya, menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan dapat mewujudkan target tersebut.
"Pemerintah concern terhadap olahraga. Terutama Pak Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian khusus terhadap sektor olahraga kita, dapat dilihat dari kebijakan hingga peningkatan apresiasi terhadap atlet peraih medali. Itu semua dilakukan di era Pak Joko Widodo," kata Ita.
Presiden Joko Widodo juga baru saja memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet peraih medali di SEA Games. Termasuk Rifda yang mendapatkan Rp1,15 miliar atas capaiannya meraih 2 keping emas di nomor all around dan floor exercise serta 1 perunggu di nomor vault table SEA Games Vietnam.
Atas kiprah Rifda, tak heran jika peraih perak Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ini juga diandalkan lolos ke Paris.
"Pak Menpora [Zainudin Amali] juga melihat peluang senam, sehingga beliau memasukkan senam ke dalam DBON. Ketua NOC Indonesia (Raja Sapta Oktohari) juga menghubungkan kami ke Federasi Senam Internasional [FIG]," kata Ita.
"Begitu juga Persani DKI Jakarta dan PB Persani. Kami semua concern dan ini dilakukan agar ada pesenam kita yang turun di Olimpiade. Itu juga menjadi misi khusus saya sebagai Ketua PB Persani," ucap Ita menambahkan.
Sebelumnya, Rifda menuliskan curahan hati minta diperhatikan oleh Menpora Zainudin Amali dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dara kelahiran 19 Oktober 1999 ini mengeluh dengan kondisi kontingen Indonesia yang tak didampingi therapist atau masseur saat persiapan tampil di Gymnastics Asian Championship 2022 di Doha, Qatar.
Atas kejadian ini, Persani akan memanggil Rifda dan pelatihnya sepulang dari Asia Championship di Doha.
"Sepulang dari Doha, kami akan mencoba duduk dan memberikan edukasi tata cara berkomunikasi atlet karena segala sesuatu itu harus diselesaikan internal terlebih dahulu sehingga bisa mendapat informasi yang tepat serta solusi terbaik," ucap Ita.
"Saya juga berharap, ke depan komunikasi antara pengurus, pelatih, serta atlet dapat berjalan lebih lancar sehingga kejadian seperti ini tak perlu terjadi," kata Ita menambahkan.
Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) memberikan klarifikasi terkait curhatan atlet senam Indonesia, Rifda Irfanaluthfiyang minta diperhatikan Presiden Jokowi dan Menpora Zainuddin Amali.
Federasi yang dipimpin Ita Yulianti Irawan ini menekankan tak ada pengabaian terhadap Rifda dalam mewujudkan misi lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.
Menurut Ita semua pihak baik federasi hingga pemerintah memberikan dukungan penuh kepada Rifda untuk merealisasikan ambisi tersebut.
Ita mengatakan pihaknya mengetahui cedera Rifda selepas SEA Games 2021 Vietnam. Usai bertanding di SEA Games, PB Persani juga sempat mengadakan pertemuan bersama Rifda, orang tua, pelatih, manajer bidang prestasi, serta dokter timnas.
"Kami tanya kemauan Rifda apa? Ia menyampaikan ingin lolos Olimpiade, yang kualifikasi pertamanya di World Championship Liverpool. Namun ada aturan baru bahwa semua atlet yang turun di Liverpool harus mengikuti turnamen kontinental. Artinya Rifda harus turun di Asia Championship Doha pada 15-18 Juni ini," kata Ita dalam rilis PB Persani, Kamis (16/6).
"Pelatih saat itu juga menyampaikan akan ada konsekuensi yang harus diambil Rifda terkait kondisi cedera serta event-event yang akan diikutinya dalam rangka lolos Olimpiade. Rifda katakan tetap ingin turun di Liverpool," kata Ita menambahkan.
Atas tekad Rifda tersebut, PB Persani meminta pendapat dokter tim untuk SEA Games terkait kesiapan fisik anak asuhnya bekaitan dengan cederanya.
Dokter mengatakan kondisi Rifda memungkinkan tampil di Doha, dengan catatan tetap harus menjalani terapi karena selama SEA Games pun Rifda juga mendapat penanganan dari tim medis CdM tim Indonesia.
Sepulang dari Vietnam, Persani juga langsung melakukan MRI untuk kembali memastikan kondisi Rifda sebelum berangkat.
Hasilnya Rifda tetap dinyatakan bisa tampil. Atas rekam medis itu, PB Persani bersama Persani DKI Jakarta pun sepakat membiayai keberangkatan Rifda dan pelatih sebagai bentuk komitmen mereka. Turut mendampingi pula Hesti, perwakilan Persani yang bertugas sebagai ITO (juri internasional) di Doha yang juga diamanatkan membantu kebutuhan Rifda.
Persani, lanjut Ita, memang tidak membawa tim medis ke Doha. Namun, Ita mengatakan dirinya sudah berkomitmen memberikan fasilitas masseur profesional setempat untuk menangani cedera atlet 23 tahun yang baru saja menyabet 2 emas dan 1 perunggu di SEA Games 2022 Vietnam.
"Kami sudah membuatkan appoitment untuk masseur yang menangani cedera Rifda selama tampil di Doha. Itu dibuat sebelum Rifda berangkat. Bahkan kami juga mengurus Rifda terapi selama di Jakarta. Mungkin ada misscommunication karena pihak kami tiba di Doha sehari setelah Rifda, sehingga setelah latihan dia merasa tidak nyaman atas cederanya hingga curhat di media sosial," kata Ita.
"Kami menyayangkan sikap Rifda yang langsung berbicara di media sosial karena komunikasi kami sebenarnya lancar, dan tidak ada keluh kesah Rifda ke kami bahwa ia merasakan sakit atau sesuatu ketika di Doha. Sebagai Ketua PB Persani, saya meminta maaf atas sikap atlet saya," ucap Ita menambahkan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Rifda Disiapkan untuk Olimpiade
Persani beri klarifikasi soal curhatan Rifda Irfanaluthfi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Ita mengatakan seluruh pihak, baik Persani DKI Jakarta, PB Persani, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta pemerintah sangat concern terhadap misi senam, yakni meloloskan pesenam Indonesia untuk pertama kali ke Olimpiade.
Rifda, katanya, menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan dapat mewujudkan target tersebut.
"Pemerintah concern terhadap olahraga. Terutama Pak Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian khusus terhadap sektor olahraga kita, dapat dilihat dari kebijakan hingga peningkatan apresiasi terhadap atlet peraih medali. Itu semua dilakukan di era Pak Joko Widodo," kata Ita.
Presiden Joko Widodo juga baru saja memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet peraih medali di SEA Games. Termasuk Rifda yang mendapatkan Rp1,15 miliar atas capaiannya meraih 2 keping emas di nomor all around dan floor exercise serta 1 perunggu di nomor vault table SEA Games Vietnam.
Atas kiprah Rifda, tak heran jika peraih perak Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ini juga diandalkan lolos ke Paris.
"Pak Menpora [Zainudin Amali] juga melihat peluang senam, sehingga beliau memasukkan senam ke dalam DBON. Ketua NOC Indonesia (Raja Sapta Oktohari) juga menghubungkan kami ke Federasi Senam Internasional [FIG]," kata Ita.
"Begitu juga Persani DKI Jakarta dan PB Persani. Kami semua concern dan ini dilakukan agar ada pesenam kita yang turun di Olimpiade. Itu juga menjadi misi khusus saya sebagai Ketua PB Persani," ucap Ita menambahkan.
Sebelumnya, Rifda menuliskan curahan hati minta diperhatikan oleh Menpora Zainudin Amali dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dara kelahiran 19 Oktober 1999 ini mengeluh dengan kondisi kontingen Indonesia yang tak didampingi therapist atau masseur saat persiapan tampil di Gymnastics Asian Championship 2022 di Doha, Qatar.
Atas kejadian ini, Persani akan memanggil Rifda dan pelatihnya sepulang dari Asia Championship di Doha.
"Sepulang dari Doha, kami akan mencoba duduk dan memberikan edukasi tata cara berkomunikasi atlet karena segala sesuatu itu harus diselesaikan internal terlebih dahulu sehingga bisa mendapat informasi yang tepat serta solusi terbaik," ucap Ita.
"Saya juga berharap, ke depan komunikasi antara pengurus, pelatih, serta atlet dapat berjalan lebih lancar sehingga kejadian seperti ini tak perlu terjadi," kata Ita menambahkan.