“Sedang dicari jalan baiknya. Diupayakan ada jalan tengah penyelesaian sehingga panitia Munas berjalan baik dan bisa punya waktu (menyiapkan Munas) karena itu tidak mudah,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kelahiran Makassar itu juga mengimbau kepada pemimpin Golkar untuk melangsungkan Munas dengan demokratis dan transparan. Munas mengagendakan pemilihan ketua umum Golkar.
Kalla sudah mengajak Ical untuk membahas hal tersebut. “(Ical) harus menjamin itu (pemilihan ketua umum yang demokratis dan transparan),” kata Kalla.
Ical memastikan Munas akan tetap digelar 30 November sampai 3 Desember di Bali, sedangkan Agung bakal menggelar Munas pada Januari 2015 di Jakarta. Ical dan Agung sama-sama mengincar kursi Ketua Umum Golkar untuk lima tahun ke depan. (Baca Golkar Terancam Seperti PPP: Dua Kubu Tarung di Jalur Hukum)
Kubu Agung menduga percepatan Munas Gokar merupakan upaya Ical untuk menduduki kembali kursi nomor satu di partai beringin. Untuk mengantisipasi dominasi Ical, Agung lantas membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar. (Baca: DPD I Golkar se-Indonesia Dukung Munas Ical)
Baca kisah jatuh-bangun Partai Golkar di FOKUS: Umur Emas Partai Beringin