Smartfren Bangun Jaringan, Esia Kasih Jasa

Aditya Panji, CNN Indonesia | Jumat, 26/09/2014 15:31 WIB
Dalam rencana konsolidasi Smartften-Esia, tidak menutup kemungkinan Smartfren juga bertindak sebagai penyelenggara jasa. Dua pekerja menyelesaikan pemasangan base transmission station (BTS) salah satu perusahaan telekomunikasi (Antara/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua operator yang mengusung teknologi CDMA, Smartfren Telecom (Smarftren) dan Bakrie Telecom (Esia), sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk melakukan konsolidasi. Dalam skenario ini, kedua perusahaan nampaknya harus membagi tugas untuk menjadi penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa.

Menurut Nonot Hartono, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), sejauh ini Smartfren tertarik menjadi penyelenggara jaringan telekomunikasi dan Esia menjadi penyelenggara jasa.

“Esia bisa fokus pada jasa dan melakukan kreativitas dalam promosi,” ujar Nonot saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (26/9).


Namun, tak menutup kemungkinan Smartfren juga akan bertindak sebagai penyelenggara jasa yang juga menawarkan layanan internet, telepon, dan pesan singkat (SMS).

Ketika ditanya kapan konsolidasi ini akan terealisasi, Nonot mengatakan itu semua tergantung pada kedua perusahaan namun BRTI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung sepenuhnya rencana tersebut yang dinilai dapat menyehatkan industri telekomunikasi.

Direktur Jaringan Smartfren, Merza Fachys, belum bisa menjawab secara pasti pembagian tugas seperti apa yang akan dilakukan bersama Esia. Ia mengaku sampai saat ini masih terus bernegosiasi.

“Pertemuan masih terus dilakukan tapi ini prosesnya panjang, karena terkait dengan sumber daya frekuensi, penomoran, infrastruktur jaringan, dan pelanggan,” katanya.

Kemenkominfo rencananya akan mengeluarkan izin prinsip untuk Smartfren dan Esia yang memberi kepastian hukum dalam proses konsolidasi. Agar konsolidasi berlangsung lancar, kedua perusahaan diwajibkan melunasi kewajiban Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi, BHP Telekomunikasi, dan Universal Service Obligation (USO).

Smartfren akan tetap bertahan pada teknologi CDMA dengan memanfaatkan spektrum frekuensi 800 MHz. Dalam dua tahun mendatang, Smartfren diizinkan oleh Kemenkominfo untuk memanfaatkan spektrum 2.300 MHz dalam menyelenggarakan teknologi jaringan mobile 4G LTE.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK