Selain di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, Xiaomi kini juga menjual produknya di toko fisik di India.
Dikutip dari Reuters, Xiaomi akan memasarkan produk terbarunya Redmi Note 4G dengan kemampuan jaringan 4G LTE melalui kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Bharti Airtel dan akan teredia di 133 toko di India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan besar strategi pemasaran offline ini disebabkan karena adanya polemik antara Xiaomi dengan Ericsson. Xiaomi dituduh melanggar hak paten Ericsson sehingga harus menunda penjualan perangkatnya secara online.
Di India, Xiaomi merupakan salah satu dari merek produsen ponsel pintar yang mendominasi pasar setelah Samsung dan Micromax. Xiaomi sendiri memasuki pasar India melalui toko online Flipkart.com pada Juli 2014. Strategi penjualan ini menghemat biaya pemasaran dan distribusi sehingga memungkinkan Xiaomi menjual ponsel dengan harga rendah.
Dengan menggunakan jalur pemasaran offline dan tersedianya perangkat di toko-toko, Xiaomi dipercaya dapat menggaet lebih banyak pengguna di pasar ponsel pintar. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadinya kenaikan harga untuk menutup biaya pemasaran dan distribusi ini.
Di Indonesia, Xiaomi bekerjasama dengan sejumlah distributo untuk menyalurkan produk mereka, antara lain Erajaya Group dan Trikomsel Oke. (adt/eno)