Tim menemukan ukuran tubuh komet 67P/Churyumov-Gerasimenko sekitar 100 juta kali lebih besar dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (International Space Station) yang ditutupi oleh pasir dan riak.
Berdasarkan foto dan data lain yang dikirim robot Philae, ditemukan pula sedikit air es di permukaannya dan hidrokarbon dalam jumlah berlimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu peneliti misi Rosetta, Myrtha Hassig, seiring berjalannya waktu pengaruh musim kemungkinan juga akan terungkap oleh mereka.
Yang jelas, jika mereka berhasil menemukan data komprehensif, tentunya akan memberikan pemahaman mengenai pembentukan dan evolusi komet.
"Yang kami tahu, komet terbentuk dari dominasi air es. Untuk komet ini, lapisan samar-samar di sekitar inti komet terkadang mengandung lebih banyak karbon dioksida daripada uap air," ujar salah seorang peneliti Stephen Fuselier.
Misi Rosetta yang membawa pesawat robotika Philae mulanya diharapkan bisa menemukan asal-muasal kehidupan di tata surya dan proses terbentuknya planet.
Komet 67P/C-G akan berada di jarak terdekatnya dengan matahari pada 13 Agustus mendatang, yakni 186 juta kilometer. Kapal induk Rosetta rencananya akan melanjutkan terbang di sekitar komet.
Sementara pesawat robotika yang mendarat di permukaan komet, Philae, masih 'tertidur pulas' atau berada dalam modus sleep, mengingat daya baterainya sudah menipis akibat aktivitas yang dilakukannya di komet demi pengumpulan data. Philae akan kembali bangun jika sudah mendapatkan energi baterai dari sinar solar. (adt)