Xiaomi akan Bangun Pabrik Ponsel di India

Aditya Panji, CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2015 11:30 WIB
Xiaomi akan Bangun Pabrik Ponsel di India Hugo Barra, wakil presiden Xiaomi untuk internasional. (REUTERS/Anindito Mukherjee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen Xiaomi asal Tiongkok berencana melakukan investasi lebih dan mulai memproduksi ponsel pintar dalam waktu 12 sampai 18 bulan ke depan di India, salah satu pasar yang tumbuh paling cepat dan didominasi oleh Samsung dan perusahaan lokal Micromax.

Xiaomi, yang baru berusia lima tahun, masuk ke pasar Indonesia pada Juli 2014 dan produknya mendapat sambutan besar dengan penjualan lebih dari satu juta unit dalam lima bulan.

"Kami ingin berinvestasi di pasar ini, kami ingin memiliki pusat penelitian dan pengembangan besar yang dilakukan di sini. Tidak hanya untuk India, tetapi seluruh dunia," kata Hugo Barra, wakil presiden Xiaomi untuk internasional, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/3).


Baca juga: Nilai Perusahaan Xiaomi Kalahkan Sony dan Lenovo

Barra tidak mengatakan berapa nilai investasi yang akan dikeluarkan perusahaan di India.

Ia hanya berkata, saat ini Xiaomi sedang melakukan penilaian terhadap lokasi yang akan dijadikan basis produksi dan sedang melakukan pembicaraan dengan mitra lokal dan pemerintah setempat. Proses ini diprediksi memakan waktu setidaknya setahun.

"Titik mendasarnya adalah kami ingin membangun akar produk di India karena ini adalah pasar yang sangat penting bagi kami dan tidak ada yang lebih kuat daripada memperkuat bisnis lokal," katanya, seraya menambahkan bahwa India juga bisa berfungsi sebagai hub ekspor.

Di India, Xiaomi berjanji akan memperluas penjualan produknya hingga ke 100 toko pada tahun ini yang bisa jadi dibangun bersama mitra lokal.

Keputusan membangun pabrik di India diumumkan setelah Xiaomi mengungkap pendanaan baru yang diterima sebesar US$ 1,1 miliar yang membuat nilai perusahaan melonjak jadi US$ 45 miliar pada Desember 2014.

Xiaomi, yang merilis produk perdananya pada Agustus 2011, kini menjadi perusahaan rintisan (startup) terbesar di dunia mengalahkan Uber dan Airbnb.

Baca juga: Xiaomi Dapat Suntikan Dana Rp 13,6 Triliun (adt/eno)