Beda Gaya CEO Facebook dan Twitter Kunjungi Jakarta

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2015 09:33 WIB
Beda Gaya CEO Facebook dan Twitter Kunjungi Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui CEO Twitter Dick Costolo, ketika berkunjung ke Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan jeda tak sampai setahun, bos dua perusahaan internet dunia mengunjungi Indonesia, CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Dick Costolo. Keduanya pun punya agenda masing-masing dengan gaya yang berbeda.

Zuck panggilan akrab Zuckerberg datang ke Indonesia pada Bulan Oktober di tengah pekan. Kedatangannya memang sudah dikonfirmasi sebelumnya, namun cara dia datang cukup mengejutkan. Tiba di Tanah Air pada hari Minggu 12 Oktober 2014, Zuck tidak langsung menjejakan kaki ke Jakarta, namun melainkan bersantai dahulu di Yogyakarta.

Terkesan rahasia, karena tidak ada yang mengetahui keberadaanya di sana, sampai miliuner muda ini mengunggah foto dirinya sedang berada di Candi Borobudur di akun miliknya tersebut. BACA: Napak Tilas Zuckerberg di Indonesia


Dari beberapa foto itu, ia terlihat sedang menyaksikan matahari terbit sambil duduk di salah satu undakan situs warisan dunia tersebut. Beberapa pengunjung pun diketahui membaur bersamanya.

Pertama kali datang ke Indonesia, Zuckerberg tentu saja membawa agenda yang padat. Suami Priscillia Chan lumayan lama berada di tanah air, hampir satu minggu lamanya.

Agenda utamanya, tentu saja bertemu dengan Presiden Jokowi pada hari Senin (13/10) 2014. Ini yang menarik, karena di sela-sela pertemuaan tersebut, pria berusia 30 tahun tersebut diajak ke Pasar Tanah Abang oleh Jokowi. BACA: Bos Facebook Kagumi Blusukan Jokowi

Menggunakan jas setelan lengkap, tentu saja bukan perkara mudah, terlihat beberapa kali muka Zuck memerah karena menahan panas dan serangan warga yang ingin mendekati Jokowi untuk meminta foto.

Tak hanya bertemu Jokowi, di hari-hari berikutnya secara berurutan bertemu dengan media, developer dan menyambangi operator seluler serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Presiden Terpilih Joko Widodo dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Namun satu catatan kecil, kendati Facebook juga baru membuka kantor perwakilannya di Indonesia, Zuckerberg tak membawa bendera Facebook saja, karena dia lebih mengendarai nama Internet.org. BACA: Internet.org Indonesia akan Jadi Contoh Dunia

Memang Internet.org merupakan inisiasi Facebook bersama dengan lima perusahaan lainnya yang merupakan kolaborasi global dalam ingin menyediakan akses internet di dua pertiga bagian dunia yang belum terhubung dengan internet, memusatkan perhatian pada sejumlah tantangan utama di negara-negara berkembang.


CEO Twitter

Gaya yang berbeda ditunjukkan oleh CEO Twitter Dick Costolo. Sejak awal kedatangannya di Indonesia, dia meman memperlihatkan kesan serius dengan membawa agenda utama: bisnis.

Di hari pertama di Jakarta, Kamis (26/3) 2015, Costolo langsung menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dari hasil obrolannya tentu saja mengarah kepada dukungan Twitter untuk membantu Indonesia memanfaatkan platform miliknya. Baca juga: Apa yang Dibicarakan Jusuf Kalla dengan CEO Twitter?

Tidak ada blusukan ke pasar atau ke tempat lain seperti yang dilakukan Jokowi kepada Zuckerberg. Karena setelah itu, Costolo langsung menemui mahasiswa Universitas Indonesia dan malamnya dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui CEO Twitter Dick Costolo, ketika berkunjung ke Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kesan serius dan to the point memang ditunjukkan Costolo untuk segera bergerak dalam bisnis, apalagi sudah diketahui jumlah pengguna Twitter mencapai 50 juta akun sampai saat ini.

Namun bukan berarti Facebook yang jumlah anggotanya lebih banyak di Indonesia bisa bertemu Jokowi dan Twitter 'hanya' Jusuf Kalla, kesamaan keduanya adalah sama-sama bisa menembus orang nomor satu dan dua di negeri ini.

(tyo/tyo)