Ponsel Jerman Hingga Perancis Bersaing di Indonesia
Susetyo Dwi Prihadi | CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2015 15:24 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia, negara dengan jumlah penduduk yang besar dianggap pasar yang legit untuk perusahaan ponsel pintar asing. Datangnya dari beragam penjuru, kawasan Asia hingga Eropa semuanya berlomba-lomba mengeruk keuntungan dari pasar lokal.
Memang dari data yang diungkap oleh GfK dan Nielsen, pemilik ponsel pintar di tanah air masih belum tereksplorasi dengan maksimal. Setidaknya baru satu dari tiga penduduk Indonesia yang memiliki ponsel pintar.
Menurut laporan juga, di Indonesia komposisi perangkat genggam di tanah air ini adalah 28 persen merupakan basic phone, 40 persen feature phone dan 31 persen ponsel pintar. Artinya bahkan belum sampai setengah populasi penduduk Indonesia memiliki ponsel pintar.
Hal ini pula, yang membuat banyak produsen ponsel pintar baru, berbondong-bondong datang ke Indonesia. Mereka mengadu nasib untuk memikat konsumen.
CNN Indonesia mencoba merangkum demografi produsen ponsel pintar asing yang baru menyesaki pasar tanah air. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia.
Memang dari data yang diungkap oleh GfK dan Nielsen, pemilik ponsel pintar di tanah air masih belum tereksplorasi dengan maksimal. Setidaknya baru satu dari tiga penduduk Indonesia yang memiliki ponsel pintar.
Menurut laporan juga, di Indonesia komposisi perangkat genggam di tanah air ini adalah 28 persen merupakan basic phone, 40 persen feature phone dan 31 persen ponsel pintar. Artinya bahkan belum sampai setengah populasi penduduk Indonesia memiliki ponsel pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNN Indonesia mencoba merangkum demografi produsen ponsel pintar asing yang baru menyesaki pasar tanah air. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia.
OnePlus (Tiongkok)
BACA HALAMAN BERIKUTNYA