Untuk makin mengenal planet itulah Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kemudian mengirimkan pesawat Messenger ke sana pada Agustus 2004.
Nama Merkurius diambil dari tokoh mitologi yang merupakan pembawa pesan dari dewa-dewa. Planet ini adalah planet terkecil dalam tata surya, sehingga untuk melihatnya dengan mata telanjang cukup sulit. Ditemukannya teleskop juga tak bisa membuat manusia lebih mudah mengamati Merkurius karena ukurannya yang kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ketika pesawat ruang angkasa mulai ditemukan, pemahaman tentang Merkurius pun makin berkembang. Pada 1974 dan 1975 NASA mengirimkan Mariner 10 ke ruang angkasa. Dari pengamatan pesawat ini diketahui bahwa Merkurius itu planet yang mempunyai banyak kawah dangkal seperti di Bulan.
Penemuan Terpenting di Merkurius
Di awal April, sejumlah ilmuwan telah merilis beberapa hasil penemuan terpenting di Merkurius. Di urutan teratas, diketahui bahwa Merkurius itu sangat kaya dengan cahaya.
Merkurius juga mengandung lebih banyak elemen yang mudah menguap, seperti potasium dan sodium, lebih dari yang diduga para ilmuwan. Ini mengubah teori soal formasi yang membentuk planet itu.
“Ide tentang bagaimana bagian dalam planet itu tersusun, berubah seiring temuan Messenger,” kata Sean Solomon, kepala investigator misi Messenger.
Terkonfirmasi juga bahwa Merkurius mengandung lapisan es di bawah permukaannya, di dekat kutub planet itu. Meski temperatur di permukaan Merkurius pada saat terpapar cahaya bisa mencapai 430 derajat Celcius.
Merkurius pun menjadi analogi bagi para ilmuwan saat mempelajari planet-planet lain yang mengelilingi bintangnya dalam jarak dekat. (ded/ded)