Mengenal Merkurius, 'Kuburan' Sang Messenger

Deddy S, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 12:29 WIB
Mengenal Merkurius, 'Kuburan' Sang Messenger Gambar-gambar menakjubkan dari Merkurius, yang berhasil direkam oleh Messenger, pesawat ruang angkasa NASA. (Dok. NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalau bicara mengenai tata surya, sudah pasti kita tahu bahwa Merkurius adalah planet yang terdekat ke Matahari. Tapi dulu belum banyak yang kita tahu mengenai planet tersebut.

Untuk makin mengenal planet itulah Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kemudian mengirimkan pesawat Messenger ke sana pada Agustus 2004.

Nama Merkurius diambil dari tokoh mitologi yang merupakan pembawa pesan dari dewa-dewa. Planet ini adalah planet terkecil dalam tata surya, sehingga untuk melihatnya dengan mata telanjang cukup sulit. Ditemukannya teleskop juga tak bisa membuat manusia lebih mudah mengamati Merkurius karena ukurannya yang kecil. 


Lantaran terlalu dekat ke Matahari, Merkurius hanya bisa diamati dari Bumi ketika senja dan dekat dengan horizon. Ia bisa terlihat lantaran posisi orbitnya di Matahari berada dalam orbit Bumi, sebagaimana Venus.

Tapi ketika pesawat ruang angkasa mulai ditemukan, pemahaman tentang Merkurius pun makin berkembang. Pada 1974 dan 1975 NASA mengirimkan Mariner 10 ke ruang angkasa. Dari pengamatan pesawat ini diketahui bahwa Merkurius itu planet yang mempunyai banyak kawah dangkal seperti di Bulan.

Hanya saja, apa yang diamati Mariner 10 hanya 45 persen dari Planet Merkurius. Sejak Messenger dikirim ke sana, makin terungkap pula misteri-misteri yang menyelimuti Merkurius. Pada hari ini, Messenger menyelesaikan tugasnya dan bakal 'terkubur' di planet itu. (Baca: Selamat Tinggal Messenger, Si Pengintip Merkurius)

Penemuan Terpenting di Merkurius

Di awal April, sejumlah ilmuwan telah merilis beberapa hasil penemuan terpenting di Merkurius. Di urutan teratas, diketahui bahwa Merkurius itu sangat kaya dengan cahaya.

Merkurius juga mengandung lebih banyak elemen yang mudah menguap, seperti potasium dan sodium, lebih dari yang diduga para ilmuwan. Ini mengubah teori soal formasi yang membentuk planet itu.

“Ide tentang bagaimana bagian dalam planet itu tersusun, berubah seiring temuan Messenger,” kata Sean Solomon, kepala investigator misi Messenger.

Terkonfirmasi juga bahwa Merkurius mengandung lapisan es di bawah permukaannya, di dekat kutub planet itu. Meski temperatur di permukaan Merkurius pada saat terpapar cahaya bisa mencapai 430 derajat Celcius.

Merkurius pun menjadi analogi bagi para ilmuwan saat mempelajari planet-planet lain yang mengelilingi bintangnya dalam jarak dekat. (ded/ded)