Empat Teori Kuat Asal Suara Terompet dari Langit
Susetyo Dwi Prihadi | CNN Indonesia
Kamis, 28 Mei 2015 11:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdengar sejak beberapa tahun lalu, kemudian membuat heboh kembali belakangan, tetap masih belum ada jawaban tepat soal asal muasal suara seperti terompet yang terdengar dari langit.
Sejumlah ilmuwan dari beragam disiplin ilmu dan organisasi mencoba menerka-nerka darimana asal suara tersebut termasuk bunyi yang dikeluarkan.
Walau masih berbeda pendapat, mereka punya satu kesamaan jawaban yakni suara tersebut bukan datang dari luar angkasa atau lebih mustahil lagi suara kedatangan alien.
Berikut CNN Indonesia rangkum dari berbagai sumber, asal mula suara terompet dari langit melalui pendekatan ilmiah dari para pakar dan ilmuwan di seluruh dunia.
Suara Gelombang-Akustik
Ahli Geologi asal Azerbaijan Elchin Khaliov telah melakukan analisa terhadap sejumlah video yang mereka lihat dan menemukan fakta bahwa sebagian besar suara itu berasal dari spektrum yang terletak di kisaran infrasonik.
Suara tersebut merupakan emisi akustik di frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 Hz hingga 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra rendah 0,1 Hz sampai 15 Hz..
Dalam ilmu geofisika, mereka disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer khususnya pada batas atmosfer dan ionosfer.
"Ada banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dapat dihasilkan beberapa diantaranya gempa bumi, letusan gunung api, angin topan, badai, tsunami dan banyak lagi," tambahnya.
Ikuti perkembangan berita ini pada fokus: Misteri Dengung Terompet dari Langit
Sejumlah ilmuwan dari beragam disiplin ilmu dan organisasi mencoba menerka-nerka darimana asal suara tersebut termasuk bunyi yang dikeluarkan.
Walau masih berbeda pendapat, mereka punya satu kesamaan jawaban yakni suara tersebut bukan datang dari luar angkasa atau lebih mustahil lagi suara kedatangan alien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Suara Gelombang-Akustik
Suara tersebut merupakan emisi akustik di frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 Hz hingga 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra rendah 0,1 Hz sampai 15 Hz..
Dalam ilmu geofisika, mereka disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer khususnya pada batas atmosfer dan ionosfer.
"Ada banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dapat dihasilkan beberapa diantaranya gempa bumi, letusan gunung api, angin topan, badai, tsunami dan banyak lagi," tambahnya.
Ikuti perkembangan berita ini pada fokus: Misteri Dengung Terompet dari Langit
Teori Lain versi Lapan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
