Rencana ini tampaknya bakal mendekati kenyataan. Chief RA, begitu ia ramah disapa, mengatakan pada akhir tahun 2015 sejumlah konglomerat akan mengajukan pledge atau janji mengenai investasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak startup di Indonesia yang berusaha untuk tumbuh tetapi terkendala masalah pendanaan. Sektor perbankan enggan memberi pendanaan ke startup karena mungkin ketiadaan jaminan, atau menilai bisnis macam ini terlalu berisiko.
Road map tersebut bakal berisi arahan soal logistik, urusan fiskal, ekspor dan impor, hingga cara pembayaran yang berasal dari tiap kementerian yang akan diintegrasi.
Terinspirasi dari Negara Tetangga
Rudiantara sempat bercerita bahwa dirinya cukup kagum dengan negara tetangga, Brunei Darussalam.
Di Brunei, semua perusahaan rintisan lokal diberi insentif sebesar 50 ribu dolar Brunei oleh pemerintah. Sedangkan untuk relokasi, pemerintah mengeluarkan 30 ribu dolar Brunei.
"Enak di Brunei. Di Indonesia enggak bisa seperti melihat dari sudut pandang administrasi APBN. Karena itu, saya ajak konglomerat," katanya. (ded/ded)