Butuh 'Selembar Kertas' Lagi Smartfren Bisa Gelar 4G LTE

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Jumat, 12/06/2015 19:34 WIB
Butuh 'Selembar Kertas' Lagi Smartfren Bisa Gelar 4G LTE Presiden Direktur Smartfren Telecom, Merza Fachys. (CNN Indonesia/Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Smartfren Telecom untuk segera menggelar layanan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) masih harus lebih bersabar lagi, pasalnya ada satu tahapan terakhir yang wajib dilalui oleh operator seluler tersebut.

Sebelumnya, Smartfren mengaku sudah mendapatkan Izin Laik Operasi (ILO) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Bulan Mei lalu, namun itu belum bisa menjadi rujukan untuk bisa menggelar layanan 4G. Karena Smartfren masih membutuhkan Sertifkat Kelayakan Operasi (SKLO).

"Kita sejak Mei lalu sudah ULO di Solo dan Batam, tinggal menunggu administrasinya saja untuk SKLO. Itu cuma selembar kertas. Nanti begitu itu selesai, kita langsung gelar 4G LTE mulai semester dua ini," kata Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys, di sela Konfrensi Pers RUPS, di Kantornya, Jakarta.



Merza yakin ketika selembar kertas bernama SKLO itu sudah didapatkan mereka sudah bisa mengkomersialkan layanan tersebut pada semester kedua tahun 2015 ini.

Kendati hanya melakukan ujicoba di dua kota dan mendapatkan izin ULO di kota tersebut, namun Smartfren bisa menggelar 4G LTE secara nasional setelah mendapatkan satu SKLO.

Diketahui, sampai akhir tahun 2014 mereka sudah mempunyai 6.115 BTS yang sebagian besar juga sudah mampu menjalankan jaringang generasi keempat tersebut. Rencananya sampai akhir tahun mereka bisa menggenapkan 10 ribu BTS.

"4G LTE kami nantinya akan ada di seluruh wilayah yang sudah kami garap dengan CDMA. Seluruh jaringan kami saat ini sudah EVDO Rev B, nanti di situ juga ada 4G LTE," lanjut Merza.

Smartfren akan mengadopsi teknologi 4G LTE jenis FDD (Frequency Division Duplex) di spektrum frekuensi 850 MHz yang mereka miliki, kemudian TDD (Time Division Duplex) di spektrum 2.300 MHz yang akan dihuni Smartfren dalam waktu dekat setelah mendapat restu dari regulator untuk hengkang dari spektrum 1.900 MHz.

Secara sumber daya alokasi frekuensi, di 850 Mhz Smartfren mendapatkan luas spektrum 10 Mhz, sementaaa di 2.300 Mhz mempunyai 30 MHz. Dengan sumber daya yang kuat tersebut, Smartfren yakin bisa memberikan pengalaman 100 persen 4G LTE sesungguhnya kepada 11,9 juta pelanggannya.


(eno)