Kicauan Philae pada Minggu petang kemarin (14/6) menghasilkan sekitar 27 ribu retweet dari para pengikutnya.
"Philae dalam keadaan baik. Ia memiliki suhu operasi sekitar minus 35 derajat Celsius dan baterainya tersedia 24 watt. Pesawat robotik ini siap untuk beroperasi," kata pengelola proyek Philae, Stephen Ulamec dari German Aerospace Center (DLR).
[Gambas:Twitter]
Mengutip laporan situs EarthSky, pada 13 Juni kemarin pukul 22.28 waktu Jerman, Philae sempat 'berbicara' selama 85 detik dengan tim di Bumi melalui pesawat induknya, Rosetta. 'Obrolan' tersebut adalah kontak pertamanya selama Philae hibernasi pada November 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi Rosetta dianggap sangat penting karena menjadi kesempatan kali pertama untuk mengamati komet dari permukannya. Philae yang diprakarsai oleh European Space Agency (ESA) diklaim sebagai kendaraan antariksa ciptaan manusia pertama yang berhasil mendarat di permukaan komet.
Setelah berhasil mendarat di Komet 67P/G-C 12 November silam, Philae sempat menyimpulkan bahwa komet bukan jadi asal-muasal sejarah air di Bumi.
Baterai Philae memang mengandalkan sinar Matahari yang cukup untuk bisa terisi ulang.
Selama tujuh bulan, Komet 67P/C-G belum mendekati Matahari, sehingga Philae tidak bisa mendapatkan daya energi yang optimal untuk kembali 'hidup'.
Pengaturan idle mode yang membuatnya tertidur terus diaktifkan sebelum akhirnya kini ia terbangun dari tidur panjangnya.
(tyo/tyo)