Dari ruang lingkup pelanggaran data, ini sangat diyakini merupakan yang terbesar dan telah tumbuh secara dramatis sejak beberapa tahun terakhir. Serangan besar pertama terjadi di Kantor Personnel Management (OPM) yang mencuri 4,3 juta data personal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak anggota parlemen AS mengatakan China berada di balik serangan itu. Tapi Michael Daniel, cybersecurity co-ordinator Presiden Barack Obama, mengatakan pemerintah belum siap untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab.
"Apa yang dicuri itu adalah harta karun berupa informasi tentang semua orang yang telah bekerja, mencoba untuk bekerja, atau bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat," kata Direktur FBI James Comey .
Pemerintah mengatakan telah meningkatkan upaya keamanan cyber dengan mengusulkan undang-undang baru, mendesak industri swasta untuk berbagi informasi lebih lanjut tentang serangan.
Dalam kejadian kali ini, OPM menjelaskan bahwa hacker berhasil mencuri banyak informasi sensitif seperti nama asli, alamat lengkap, email, nomor asuransi kesehatan hingga data kartu kredit
(tyo/eno)