Dua game itu adalah The Adventure of Jalak yang dikembangkan Miracle Gates Studio dari Bali dan Pora: Free Cockatoos! buatan NED Studio asal Sumatera Utara.
The Adventure of Jalak menceritakan petualangan seekor Jalak Bali saat berusaha kabur dari para pemburu yang sedang mengangkutnya untuk dijual. Dengan menyajikan sebuah format permainan berlari tiada akhir, para pemain diharapkan bisa membantu Jalak dan telur-telurnya melarikan diri dari jeratan para pemburu agar dapat kembali ke habitat alaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Game Lokal Tebak Gambar Capai 5,4 Juta Pengguna
“Kami yakin bahwa bersama-sama kita dapat membangun rasa empati generasi muda terhadap makhluk hidup lainnya, salah satunya dengan menampilkan visualisasi penyelamatan satwa dari perburuan dan perdagangan dengan cara yang populer dan menyenangkan,” katanya.
Direktur Eksekutif ISAW, Kinanti Kusumawardani mencatat kelompok usia para pembeli dan pedagang satwa sangat bervariasi. Tetapi melalui dua game ini, mereka mengincar segmen anak muda maupun kelompok yang lebih dewasa.
“Dengan bantuan Pora dan Jalak kami yakin dapat membangun upaya edukasi yang memikat hati dan pikiran masyarakat,” kata Kinanti.
Dua game ini merupakan pemenang kompetisi Indonesia Wildlife Game Challenge yang digelar Dicoding.com, sebuah perusahaan rintisan lokal yang menjembatani kebutuhan pasar dengan keahlian yang dimiliki pemrogram komputer di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Narenda Wicaksono, mantan pengembang aplikasi mobile Nokia dan Microsoft Indonesia.
ISAW akan mempromosikan kedua game Android tersebut sebagai bagian dari program edukasi penyelamatan hewan ke sekolah-sekolah dasar dan menengah. The Adventure of Jalak dan Pora: Free Cockatoos! dapat diunduh gratis di Google Play Store. (adt)