Uber Punya 6.000 Mitra Pengemudi di Indonesia

Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2015 14:52 WIB
Uber Punya 6.000 Mitra Pengemudi di Indonesia Dengan 6.000 pengemudi yang bermitra dengannya, Uber berharap bisa segera membentuk PT di Indonesia (Reuters/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan peranti lunak Uber yang menyediakan layanan mobil sewaan, mengatakan telah memiliki 6.000 mitra pengemudi mobil di Indonesia sejak mereka beroperasi sejak Agustus 2014.

Community Engagement South East Asia Uber Technologies, Deborah Nga mengatakan, pengemudi paling banyak berasal dari kota Jakarta, dan sisanya di Bandung dan Bali.

"Kebanyakan dari mereka bergabung lewat perusahaan rental mobil atau koperasi," kata Deborah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (16/9).


Jumlah ini, disebut Deborah, akan terus bertambah karena Uber mempersilakan siapa saja untuk menjadi mitra pengemudi guna meraih pendapatan ekstra.

Kebanyakan mitra pengemudi bergabung di layanan UberX yang menyediakan tarif lebih murah dibandingkan layanan premium UberBlack. Uber mengklaim UberX lebih murah 30 persen dibandingkan tarif taksi.

Di Indonesia, Uber mengatakan bakal terus berinvestasi jutaan dollar Amerika Serikat untuk membangun pusat layanan sampai pusat pelatihan bagi para pengemudi.

Saat ini Uber sedang dalam proses mengajukan izin penanaman modal asing (PMA) ke Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk membangun badan hukum di Indonesia. Dengan begini, badan hukum perusahaan akan menjadi Perseroan Terbatas (PT).

"Dalam pekan ini kami akan ajukan permohonan PMA ke pemerintah Indonesia. Semoga prosesnya cepat agar kami bisa jadi perusahaan dan ikuti regulasi termasuk pajak," lanjut Deborah.

Uber telah dilarang beroperasi oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Bandung lantaran tak memiliki badan hukum di Indonesia dan dituding tak membayar pajak.

Sejumlah langkah dilakukan untuk menentang keberadaan Uber, salah satunya dengan menangkap para pengemudi dan menahan mobil yang dipakai oleh satuan tugas gabungan bentukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pada 4 September lalu, sebanyak 20 pengemudi mitra Uber dan GrabCar ditangkap oleh satuan tugas ini dan dibawa ke Terminal Mobil Barang Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

(adt/eno)