Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan, fenomena langka ini bakal berlangsung pada 28 September esok di Tanah Air.
Thomas mengungkapkan gerhana Bulan sendiri ini akan berlangsung pada pukul 08.07 WIB-11.27 WIB di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak seperti gerhana Matahari yang berpotensi timbulkan bahaya apabila dilihat dengan mata telanjang, gerhana bulan dipastikan oleh para pakar sangat aman untuk disaksikan tanpa bantuan optik.
Fenomena supermoon atau bulan super menurut NASA adalah keadaan bulan penuh saat bulan berada di posisi terdekatnya dengan Bumi, sehingga membuatnya terlihat lebih besar dan terang dari biasanya.
Penjelasan tersebut baru melingkupi supermoon. Sementara gerhana Bulan terjadi ketika Bulan sejajar dengan Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tak bisa mencapai Bulan karena terhalang Bumi. (tyo)