Google berkata ini bukan langkah yang mudah, karena butuh waktu lama untuk bisa mendesain balon yang diproduksi dengan harga rendah tetapi bisa bertahan lama di stratosfer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google telah menemukan desain balon yang dibuat dengan biaya murah, dan bisa dinavigasi dengan aktual. Teller berkata balon tersebut telah menempuh perjalan sebanyak 19 kali selama 187 hari tahun 2015 lalu.
Di Indonesia, proyek balon udara Google yang bernam Project Loon ini telah bekerjasama dengan operator seluler Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, memanfaatkan spektrum 900 MHz.
Selain Indonesia, proyek ini juga akan digelar di Sri Lanka. "Itu akan mengubah dunia dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan," kata Teller seperti dikutip dari Recode. (adt/eno)