Belum Berusia 18 Tahun Dilarang Pakai Situs Kencan Tinder
Aqmal Maulana | CNN Indonesia
Kamis, 09 Jun 2016 16:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tinder tak lagi bebas untuk pengguna remaja. Sebab, situs kencan ini telah menetapkan aturan baru yang melarang pengguna berusia 18 tahun ke bawah untuk menggunakan layanan tersebut.
Vice President Communication Tinder Rosette Pambakian mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan penggunaan aplikasi Tinder untuk pengguna di bawah 18 tahun.
"Kami telah memutuskan untuk menghentikan layanan untuk pengguna di bawah 18 tahun. Kami percaya ini adalah kebijakan terbaik untuk terus bisa bergerak maju ke depan. Kebijakan ini akan efektif pada minggu depan," pernyataan resmi Pambakian.
Ini artinya, setidaknya pengguna harus sudah berusia 18 tahun untuk bisa mendaftar dan menggunakan layanan Tinder. Pambakian mengakui bahwa sebelum mengeksekusi kebijakan ini, ia sudah melakukan tinjauan terlebih dahulu.
"Kami sudah meninjau kebijakan ini sejak awal tahun ini dan percaya bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Pambakian seperti yang dikutip TechCrunch.
Tinder nampaknya terus berupaya untuk meningkatkan pengalaman para penggunanya. Baru-baru ini, layanan pencarian jodoh melalui aplikasi ini juga sempat mengumumkan akan menghadirkan pengalaman yang lebih user-friendly untuk pengguna transgender.
Berbagai pembaruan ini dilakukan karena pengguna Tinder terus tumbuh secara pesat sehingga dibutuhkan kebijakan baru untuk menjaga penggunanya tetap aman.
"Ada sejumlah faktor yang membuat kami untuk mengambil keputusan seperti ini, tapi kami yakin kebijakan kami sudah tepat," kata Pambakian.
(tyo)
Vice President Communication Tinder Rosette Pambakian mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan penggunaan aplikasi Tinder untuk pengguna di bawah 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah meninjau kebijakan ini sejak awal tahun ini dan percaya bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Pambakian seperti yang dikutip TechCrunch.
Berbagai pembaruan ini dilakukan karena pengguna Tinder terus tumbuh secara pesat sehingga dibutuhkan kebijakan baru untuk menjaga penggunanya tetap aman.
"Ada sejumlah faktor yang membuat kami untuk mengambil keputusan seperti ini, tapi kami yakin kebijakan kami sudah tepat," kata Pambakian.
(tyo)