Setelah Jakarta, Blibli Bangun Gudang di Empat Kota Lain

Aditya Panji, CNN Indonesia | Jumat, 24/06/2016 03:24 WIB
Blibli sebagai perusahaan e-ritel perlu membangun gudang untuk mengelola stok barang, mempercepat operasional, dan mendekatkan diri dengan konsumen. Ilustrasi sistem gudang perusahaan e-commerce. (REUTERS/Fred Greaves)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan e-commerce Blibli.com yang mengusung model bisnis e-ritel dan marketplace, akan membangun enam gudang baru di Jakarta dan empat kota lain untuk mendukung kecepatan operasional sekaligus upaya mendekatkan diri dengan pelanggan.

Saat ini, perusahaan memiliki tiga gudang (warehouse) untuk melayani konsumen di Jadetabek yang terletak di Cawang, Jakarta Timur, lalu Batuceper, Tangerang, dan Cakung, Jakarta Timur. Jika ditotal ketiga memiliki luas sekitar 16.000 meter persegi.

CEO Blibli.com Kusumo Martanto berkata, mereka menargetkan akan membangun satu gudang baru beserta sistemnya di sekitar Marunda, Jakarta Utara.


“Ini akan jadi sentral. Luasnya mencapai 10 hektar,” kata Kusumo dalam jumpa pers di Gudang Blibli di Cawang, Rabu (22/6).

Gudang baru lainnya ditargetkan bisa memenuhi kecepatan operasional dan pengiriman barang di luar Jakarta dan luar Jawa. Gudang-gudang itu akan dibangun di Surabaya, Semarang, Medan, dan Balikpapan, dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2018.

Gudang baru ini juga akan dijadikan hub bagi Blibli dalam melayani pengiriman barang ke konsumen.


Bagi e-commerce dengan model bisnis e-ritel, gudang atau warehouse memegang peran penting dalam mengelola stok barang, penyimpanan, memproses pemesanan, pengemasan, sampai pengiriman.

Blibli saat ini menampung lebih dari 800.000 barang yang dengan penambahan antara 10.000 sampai 15.000 barang per pekan. Kusumo mengklaim conversation rate Blibli sepanjang operasional 2016 ini mencapai 3,5 sampai 4 persen di perangkat desktop dan sekitar 6 persen di perangkat mobile.

Semua sistem operasional itu didukung dengan peranti lunak dan peranti keras berbasis teknologi informasi canggih.


Sejak 2015, Blibli memperbarui sistem teknologi mereka yang dirancang agar melepas ketergantungan dengan vendor penyedia solusi. Jika sebelumnya mereka memakai solusi dari IBM, kini Blibli membangun sendiri sistem operasional mereka agar lebih efisien dan cepat di masa depan.

Tak mengherankan untuk saat ini, pengeluaran terbesar perusahaan dialokasikan untuk sumber daya manusia dan sistem operasional.

Perusahaan menargetkan pada 2021, bisnis Blibli bisa balik modal, atau 10 tahun setelah berdiri pada 2011. (adt/eno)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK