Instagram Rilis Fitur Perangi Bullying

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Rabu, 14/09/2016 11:17 WIB
Instagram Rilis Fitur Perangi <i>Bullying</i> Tampilan Instagram (Dok. Instagram)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi bullying yang marak terjadi di media sosial menggerakkan Instagram membuat fitur baru untuk membantu pengguna mengelola kolom komentar di foto mereka. Pertama kali diperkenalkam untuk akun bisnis Juli lalu, Instagram kini menyediakan fitur tersebut bagi semua penggunanya.

Fitur baru Instagram memungkinkan kata-kata yang tak pantas disembunyikan secara otomatis. Lebih jauh, pengguna dapat menyeleksi sendiri kata dan kalimat yang tak diinginkan agar tidak muncul ke kolom komentar. Pilihan terakhir bisa menjadi cara pemilik akun Instagram menjaga kolom komentar selalu sesuai dengan topik pembicaraan walaupun tak mengandung kata-kata kasar.

Untuk menggunakan fitur baru tersebut, pengguna hanya perlu mengubah sedikit pengaturan di profil mereka. Sebagai percobaan, Instagram memberikan akses khusus kepada Taylor Swift untuk menggunakan fitur baru ini di akun miliknya.



Instagram sebelumnya telah memperkenalkan fitur moderasi kolom komentar yang membuat pemilik akun menghapus sebuah komentar, melaporkan komentar yang tak pantas, hingga memblokir akun seseorang.

"Indahnya dari Instagram adalah penggunanya yang sangat beragam. Berbagai orang dengan latar belakang seperti ras, gender, orientasi seksual, dan kemampuan lainnya menggunakan Instagram. Namun terkadang ada beberapa komentar di foto mereka yang meresahkan," jelas Kevin Sytrom, co-founder dan CEO Instagram, dalam blog perusahaan soal fitur baru ini.

"Kita ingin menularkan budaya di mana semua orang bisa merasa aman menjadi dirinya sendiri tanpa kritik atau olok-olok berlebih. Ini bukan hanya kenginan saya, namun juga tanggung jawab kami sebagai perusahaan," tulisnya.

Fitur baru ini dirilis setelah maraknya aksi kekerasan berupa kata di ranah daring yang kerap menyasar tokoh terkenal, salah satunya yang menimpa Justin Bieber. Bieber memutuskan menutup akun Instagramnya setelah rentetan komentar kasar fans dalam sebuah foto yang diunggahnya.

Kekerasan ranah online seringkali menyasar wanita hingga mendorong urgensi lebih jauh bagi media sosial untuk menciptakan sistem perlindungan bagi penggunanya. Leslie Jones, aktris yang membintangi Ghostbusters, misalnya. Ia baru-baru ini diserang kelompok rasis dan seksis di Twitter. Sebelumnya ada putri Robbin Williams, Zelda, yang diteror dengan foto-foto rekayasa untuk mengejeknya.


Meski saat ini belum terjadi kasus kekerasan separah di Twitter, tapi Instagram terlihat lebih proaktif dalam mengembangkan fitur-fitur untuk melawan kekerasan. Namun bukan berarti Twitter tak melakukan apa pun. Menurut Bloomberg, Twitter juga sedang mengembangkan fitur penyeleksi kata kunci serupa milik Instagram.

Respon cepat Instagram melawan bullying bertujuan agar aksi tersebut tak menular ke seluruh pengguna seperti yang terjadi di Twitter. Facebook sebagai induk perusahaan berperan penting dalam pengembangan algoritma yang bisa melawan kekerasan di ranah online.

Fokus Instagram dalam memerangi online bullying juga tak membuat mereka lupa dengan aspek kenyamanan pengguna. Hal itu terlihat dari perubahan yang nampak dari kolom komentar di mana komentar yang tampil di depan diutamakan yang berasal dari milik teman seperti yang ada di Facebook. Sehingga apa yang dilihat di bawah sebuah foto berasal dari komentar akun yang dikenal saja, bukan komentar terbaru. (evn)