idEA: Alibaba Cuma Jago Kandang

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Kamis, 26/01/2017 17:42 WIB
idEA: Alibaba Cuma Jago Kandang
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) mengambil sikap terbuka dengan masuknya pemain asing ke pasar dalam negeri. Namun keterbukaan itu diiringi persyaratan.

Ketua idEA Aulia Marinto mempersilakan e-commerce asing masuk asalkan industri dalam negeri sudah besar.

"Kita tidak bisa menolak atau melarang e-commerce asing masuk Indonesia. Apalagi kita ngomong digital," tutur Aulia yang ditemui di Jakarta, Kamis (25/1).

Dengan kondisi saat ini, menurut Aulia, e-commerce lokal akan tertekan oleh pemain asing yang sudah mapan secara teknologi dan logistik jika benar melakukan penetrasi.

Sebelumnya Alibaba, penguasa e-commerce di China, sudah memasuki pasar Indonesia setelah mengakuisisi Lazada dengan mahar sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp13,3 triliun. Lazada juga telah beroperasi di negara Asia Tenggara lain seperti Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Aulia berharap skema peta jalan e-commerce dalam paket ekonomi ke-14 yang diresmikan tahun lalu bisa membantu e-commerce lokal bertahan dari gempuran pemain asing. Keringanan pajak dan perbaikan infrastruktur menurutnya jadi contoh terbaik yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengembangkan industri.

Skeptis

Di luar itu, idEA juga tidak begitu yakin jika e-commerce asing yang berencana masuk ke Indonesia bisa sukses secara instan. Faktor geografis diperkirakan jadi hambatan terbesar bagi e-commerce asing.

"Jangan kira mudah bertarung di negara lain. Kita tahu Alibaba tidak pernah bertarung di negara lain, mereka besar cuma di negaranya sendiri. Istilah kita jago kandang," terang Aulia.

Pandangan yang sama juga ia sampaikan mengenai Amazon. Walaupun Amazon telah beroperasi secara internasional disertai sistem logistik yang canggih, Aulia tetap skeptis metode mereka bisa berlaku di nusantara.

"Bagaimana mereka kirim barang dari Aceh ke Papua? Mereka pusing pasti," imbuh Aulia.

Pemerintah sendiri sedang berusaha menelurkan beberapa kebijakan untuk mendorong e-commerce lokal. Salah satunya lewat aturan Badan Usaha Tetap (BUT) yang ingin mereka terapkan ke setiap e-commerce asing.

"Pemerintah sedang memaksa mereka bikin BUT agar bayar pajak," ucap Kepala Badan Ekonomi dan Kreatif Triawan Munaf yang ditemui di tempat yang sama.