'Samsung Bertaruh Habis-habisan Demi Galaxy A'

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 13/04/2017 15:07 WIB
'Samsung Bertaruh Habis-habisan Demi Galaxy A' Samsung Galaxy A 2017 (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Bali, CNN Indonesia -- Samsung Electronics Indonesia mengaku habis-habisan dalam mempromosikan trio ponsel di lini Galaxy A 2017. Mereka bahkan menyebut pemasaran di lini tersebut setara dengan ponsel flagship mereka.

Menurut Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Ahmad Irfan, keputusan mereka bertaruh habis-habisan di Galaxy A bukannya tanpa alasan. Dari jumlah pemain di kompetisi ponsel menengah ke atas, ada pertambahan jumlah pengguna yang potensial untuk digarap.

"Kalau dilihat dari usaha pemasarannya bisa dibilang Galaxy A ini setara dengan Galaxy S," ungkap Irfan dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com di Bali, Rabu (13/4).


Ucapan Irfan tersebut terbukti dari banyaknya jumlah iklan Galaxy A edisi terbaru mulai di televisi, kanal digital, hingga papan reklame. Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada awal Februari 2017, promo penjualan Galaxy A seakan tak ada putusnya.

Strategi habis-habisan ini sebelumnya tak diterapkan oleh Samsung di lini Galaxy A edisi perdana maupun edisi 2016. Irfan pun membenarkan hal tersebut. Ia menyebut di edisi tahun ini Galaxy A punya momentum menarik konsumen mereka di seri Galaxy A edisi lawas.

"Kalau melihat dari siklus sekitar dua tahun, tahun ini waktu yang tepat untuk berganti ponsel," kata Irfan.

Samsung memperkenalkan lini Galaxy A secara global pertama kali pada Oktober 2014 lalu. Sementara untuk edisi 2016, Samsung merilisnya di penghujung 2015.

Itu berarti sejak pertama kali diumumkan seri Galaxy A sudah berselang 2,5 tahun lebih.

Rentang waktu tersebut memberi kesempatan Samsung mengubah banyak hal. Salah satu yang paling kentara adalah fitur kamera.

Di lini Galaxy A 2017, A5 dan A7 mendapat suntikan kamera beresolusi 16MP baik untuk kamera depan maupun kamera belakangnya. Perubahan besar ini tak terjadi ketika Samsung merilis Galaxy A 2016.

Namun menurut Irfan, asa mereka justru diperkirakan datang lebih banyak dari pelanggan mereka di lini Galaxy J. Dengan rentang harga Rp4 juta - Rp6 juta, Irfan menilai trio Galaxy A 2017 sebagai opsi 'naik kelas' bagi pengguna seri Galaxy J.

"Sumber pertumbuhan Galaxy A 2017 akan banyak berasal dari pengguna seri Galaxy J," ucapnya.

Strategi habis-habisan di level menengah atas melalui Galaxy A 2017 ini dinilai akan terbayar lantaran peta persaingan yang sedikit lebih longgar dibanding di segmen menengah bawah. Jika memakai perbandingan harga dan fitur andalan, maka ponsel yang akan berhadapan langsung dengan trio Galaxy A 2017 adalah Oppo seri F1 dan F3 serta Vivo seri V5 yang saling adu kuat melakukan promosi.

"Kami benar-benar serius di seri Galaxy A tahun ini," pungkas pria berkacamata ini.