Agen Kudo Kini Bisa Jadi Pengemudi Grab

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 19/05/2017 07:05 WIB
Agen Kudo Kini Bisa Jadi Pengemudi Grab Akusisi Kudo mendorong agen bisa jadi pengemudi Grab. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akuisisi Kudo oleh Grab menghasilkan satu program baru. Kudo yang memiliki 400 ribu lebih agen di seluruh Indonesia kini bisa berperan sebagai mitra pengemudi Grab Indonesia.

Seiring integrasi layanan Kudo dengan Grab, agen Kudo kini bisa menjalani peran baru sebagai pengemudi. Sebaliknya, kini mitra pengemudi Grab pun bisa memperoleh pemasukan tambahan melalui aplikasi Kudo.

CEO Kudo Albert Lucius menjelaskan, integrasi layanan Kudo memberi kesempatan kepada para agennya menjadi tempat pendaftaran mitra pengemudi di wilayahnya masing-masing.


"Agen Kudo bisa jadi tempat pendaftaran driver Grab. Tapi untuk verifikasinya tetap oleh Grab pusat," tutur Albert saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (18/5).

Integrasi dengan Kudo ini jelas membawa keuntungan bagi Grab yang tengah berkompetisi dengan Gojek dan Uber di Indonesia. Memanfaatkan agen Kudo yang tersebar di lebih 500 kota, Grab berambisi memperluas layananannya ke daerah-daerah yang belum tersentuh para kompetitor.

Di sisi lain, pengemudi Grab sekarang bisa bebas memanfaatkan fungsi Kudo sebagai alat berdagang. Grab berharap cara itu bisa jadi jalan pintas bagi mitra pengemudinya untuk meningkatkan pendapatan.

Kudo sendiri merupakan platform transaksi jual-beli secara online to offline (O2O) terbesar di Indonesia saat ini. Keunggulan layanan Kudo adalah jangkauannya yang mencapai daerah-daerah tak tersentuh internet.

Segmen Kudo adalah masyarakat yang tinggal di daerah sulit internet dan tak terjamah layanan kartu kredit. Kudo bahkan mengklaim layanan mereka sanggup hadir di daerah yang hanya bisa ditembus sinyal 2G.

"Kita ada di tempat yang belum ada ATM, Indomaret, atau Seven Eleven," ucap Albert menambahkan.

Sementara COO Kudo Agung Nugroho, menyatakan integrasi layanan Grab dan Kudo adalah langkah awal dari terobosan yang mereka rencanakan untuk masa depan.

"Untuk kolaborasi awal, kami menjadikan agen sebagai point of recruitment pengemudir Grab. Ke depannya bakal membuat solusi pembayaran," ujar Agung.