Mencari Formula Tepat Bitcoin untuk Masa Depan Startup

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 31/05/2017 05:00 WIB
Mencari Formula Tepat Bitcoin untuk Masa Depan Startup Ilustrasi Bitcoin (REUTERS/Peter Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak Bitcoin diperkenalkan pada 2009 silam, fans dari mata uang digital ini telah mencari cara agar penggunaanya tak hanya oleh programmer. Beberapa orang kini percaya bahwa Bitcoin mulai bangkit sebagai masa depan perusahaan-perusahaan startup.

Fortune mencatat bahwa beberapa perusahaan telah melakukan "penawaran koin awal" (ICO) di mana distribusi token menggantikan lembar saham untuk para investor.

Pasar dari cryptocurrency ini sendiri sebenarnya belum pernah meraih sukses besar, namun pengusaha sekaligus investor Balaji Srinivasan, partner perusahaan Andreessen Horowits, meyakini bahwa sistem berbasis token mungkin pada akhirnya akan menciptakan dan mendapatkan lebih banyak nilai daripada generasi terakhir perusahaan internet.

Dalam sebuah esai yang baru-baru ini diterbitkan di media blogging Medium, Srinivasan dan rekannya Naval Ravikant, salah satu pendiri dan CEO sebuah komunitas VC online populer bernama AngelList, mengatakan bahwa mereka percaya token di sektor ekonomi berpotensi menjadi "Kickstarter on steroids."

Dua pria yang telah menjadi investor pada teknologi yang terkait dengan Bitcoin selama bertahun-tahun ini menunjukkan bahwa menggunakan token sebagai opsi pembiayaan memiliki potensi untuk memperbaiki opsi likuiditas yang dimiliki perusahaan dan juga meningkatkan ukuran audiens yang tersedia yang mungkin ingin berinvestasi dalam usaha semacam itu.

Keduanya juga percaya ledakan pasar cryptocurrency selama beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan bahwa bitcoin menjadi sistem mata uang alternatif sekaligus paltform yang mumpuni. ICO adalah salah satu cara untuk menggunakan mata uang ini.

Kendala bitcoin

Meski tampak menjanjikan, bitcoin masih perlu menghadapi tantangan demi disebut sebagai mata uang digital sepenuhnya.

Srinivasan dan Ravikant menyebut bahwa pengguna ICO mungkin akan terlibat masalah regulasi. Para pengguna ini dipandang telah melakukan penawaran saham biasa atau IPO, di mana investor menerima saham perusahaan secara ilegal.
Mencari Formula Tepat Bitcoin untuk Masa Depan StartupFoto: REUTERS/Benoit Tessier

Beberapa orang skeptis mengatakan penggalangan dana berbasis token berpotensi berubah menjadi investasi bodong jika tidak diatur. Namun, token memudahkan perusahaan untuk mendapatkan uang lebih cepat dari perusahaan lain. Begitu pula dengan startup yang tidak perlu menggantungkan nasib mereka pada iklan untuk memberikan pelayanan pada penggunanya.

Selain itu, bitcoin juga sering digunakan oleh hacker yang menyebarkan ransomware. Sifat anonim Bitcoin membuat para hacker ini lebih mudah mendapatkan uang dari korban mereka, seperti halnya pada kasus WannaCry beberapa waktu silam. Tanpa perlu akun bank, para kriminal akan mendapatkan uang.
Mencari Formula Tepat Bitcoin untuk Masa Depan StartupFoto: REUTERS/Brendan McDermid

Tak hanya itu, hacker juga bisa langsung mencuri bitcoin di akun pengguna. Uang mereka akan ludes begitu saja karena tidak ada pelacakan seperti halnya di bank. Parahnya, tidak akan ada juga pihak yang memberikan ganti rugi.

Meski demikian, programmer berdebat tentang cara terbaik untuk mengelola Bitcoin ke depan. Apa pun konsekuensi jangka panjang dari keputusan tersebut, Bitcoin atau kriptokokus apapun belum bisa diterima masyakarat lebih luas.