Warisan Ahok untuk Perusahaan Rintisan di Jakarta

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 22/06/2017 19:53 WIB
Warisan Ahok untuk Perusahaan Rintisan di Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat co-working space di Kuningan, Jakarta, Kamis (22/6). (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- EV Hive dan Unit Jakarta Smart City (JSC) yang merupakan bagian dari Pemprov DKI Jakarta hari ini (22/6) mengumumkan pembukaan co-working space Jakarta Smart City Hive (JSC Hive) di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang menghadiri acara peresmian tersebut menceritakan latar belakang pembangunan tempat kerja pintar ini.

"Co-working space ini adalah ide Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang menggebu-gebu setahun yang lalu. Beliau melihat betapa leletnya proses administrasi pembangunan perusahaan. Dulunya ini sarang nyamuk--sempat UKM-UKM pakai untuk memamerkan produk-produk mereka--tetapi sudah lama tidak digunakan, makanya kami ingin ubah menjadi tempat berkumpulnya anak muda berkreasi," kata Djarot kepada awak media.

Menurutnya, Ahok juga melihat bahwa industri kreatif akan semakin berkembang jika dibanding industri berat. Oleh karenanya, perlu disediakan tempat bagi anak-anak muda dan startup untuk berkreasi, berbagi pengalaman dan membangun usaha.

JSC Hive dibangun sebagai wadah bagi perusahaan rintisan untuk mengadakan kegiatan, ruang rapat, kantor pribadi, dan flexi-desk. EV Hive dalam dua pekan sekali akan mengadakan workshop, diskusi panel, kelas khusus atau jaringan ke industri eksekutif serta pemerintah yang bisa diikuti oleh Komunitas Startup Jakarta dan umum.

EV Hive dipilih melalui beauty contest oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk mengerjakan proyek ini. Keberadaan lokasi ini diklaim menjadi co-working space pertama di Asia Tenggara yang terintegrasi dengan lokasi tempat kerja lainnya. Co-working space ini memiliki tiga lokasi di Jakarta (The Maja, D.Lab Menteng, JSCHive Kuningan) dan satu di BSD City, Tangerang.

Bantuan Pemerintah

Selain memberikan lahan, Pemprov DKI juga berperan mempercepat administrasi dari pembangunan gedung perkantoran ini. Wilson Cuaca, Komisariss EV Hive co-working space menjelaskan bahwa platform ini juga dilengkapi dengan jalur cepat licensing.

Startup yang bergabung di platform ini akan mendapatkan konsultan hukum dan perizinan gratis dengan bantuan dari Kantor Cabang Penanaman Modal dan Butir Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) dan SLC.

Djarot menambahkan bahwa JSCHive juga dilengkapi AJIB (unit mobile pada otoritas perizinan) yang setidaknya memangkas proses perizinan dalam dua pekan. Sehingga, peringkat negara dalam ranking Kemudahan Berbisnis Kerjasama naik.

"Kami juga akan memberikan subsidi, mau mereka mengikuti pelatihan atau investasi maka akan kami subsidi sebelum mereka berhasil. Kalau nggak didorong masak bisa maju, yang penting idenya apa, karyanya apa?" lanjut Djarot.

Ia menegaskan Jakarta membutuhkan pemuda yang tangguh untuk bersaing di ranah global. "Untuk bersaing butuh kreativitas, ide-ide yang sangat brilian seperti ini kemarin terpasung karena Pilkada, tapi jangan kemudian Anda putus asa tetap aja berjalan," tambahnya.

Sementara itu, Dian Ekowati selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta menjelaskan bahwa pihaknya akan mengambil peran untuk menyediakan statistik dan data untuk para startup. JSC juga akan membantu mengelola komunitasnya.

Sekadar informasi, EV Hive yang mendapat backing-an dari East Ventures sejak 2015 berencana membangun lima lokasi baru hingga akhir 2017. Dengan begitu, EV Hive memiliki sembilan lokasi co-working space di Indonesia.