Usai Hengkang, Bos Indosat Mengaku Ingin Jajal Hal Baru

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 29/09/2017 18:55 WIB
Usai menanggalkan jabatan sebagai CEO dan Presdir Indosat Ooredoo, Alexander Rusli belum menentukan karir lanjutan. Alexander Rusli mengaku belum menentukan karir selanjutnya usai menanggalkan jabatan sebagai CEO Indosat Ooredoo. (dok. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya sebagai pimpinan perusahaaan untuk lima tahun ke depan sejak Selasa (26/9) lalu. Namun, pria berkacamata ini mengaku dia akan ikut merasa gagal jika perusahaan tidak berjalan sepeninggalannya.

Hal itu disampaikan Alex dalam acara bertajuk '50 Tahun Indosat, What's Next' di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/9). Alex mengatakan bahwa penggantinya sudah dipersiapkan sejak tiga tahun silam.

"Orang yang akan menggantikan saya udah disiapkan sejak 3 tahun lalu. Jadi akan sangat smooth transisi ini untuk siapa saja,baik investor, karyawan, dan lainnya. Saya juga punya kepentingan kalau pengganti saya harus bisa membawa Indosat menjadi lebih baik," katanya saat menghadapi awak media.


"Kalau saya pergi lalu terjadi pergolakan, saya juga gagal karena saya yang sudah siapkan. Artinya saya gagal menyiapkan pengganti saya. Mau ngga mau saya akan pergi... Kalau gagal saya juga gagal menyiapkan sistem yang berkelanjutan untuk perusahaan."

Lebih lanjut, Alex mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat dirinya untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Dia lebih memilih tidak memperpanjang kontrak daripada di masa depan harus mengundurkan diri di tengah-tengah karirnya.

"Saya rasa ini saat yang tepat buat saya daripada kalau saya mundur di tengah kemudian ada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman," ujarnya.

Pelabuhan Alex berikutnya

Pria yang hobi memasak ini mengaku belum memiliki rencana kemana ia akan melabuhkan karirnya. Namun dia tahu bahwa dalam waktu dekat dia akan melakukan hal-hal drastis di penghujung usia 40-an.

Alex mengatakan telah memikirkan keputusan mundur ini selama delapan bulan terakhir. Dia telah melakukan percakapan dengan keluarga dan diri sendiri untuk memutuskan mundur.

"Delapan bulan terakhir saya pikirkan mau terus atau ngga. Umur (saya) 46 tahun, saya diskusi dengan keluarga dan diri sendiri. Kalau mau coba sesuatu yang drastis seperti startup, harus sekarang. Kenapa sekarang karena kontrak habis. Di usia 50 tahunan nanti kemungkinan saya sudah mapan. Makanya Anda mungkin akan lihat saya melakukan hal yg lebih radikal," katanya.

Alex juga mengatakan jika 'hal radikal' yang dilakukannya gagal maka dia akan kembali ke korporasi. Namun pada intinya, dia tidak khawatir dengan perjalanan kariernya ke depan.

"Saya punya keberuntungan untuk tidak mengkhawatirkan itu. Paling tidak saya bisa bertahan 3-6 bulan tanpa kelaparan," tutupnya.

Alex menyatakan mundur dari posisinya sebagai pucuk kepemimpinan Indosat Ooredoo setelah lima tahun berkiprah di posisi tersebut. Sebelum menakhodai Indosat, ia juga pernah menduduki posisi sebagai salah satu dewan direksi. 

Dalam perjalanannya, Alex disebut berhasil menghijaukan kembali rapor merah perusahaan telko yang kini memiliki 100 juta pelanggan tersebut. Indosat Ooredoo di bawah Alex juga sempat mencicipi getirnya pasar e-commerce Indonesia usai kegagalan Cipika.

Posisi Alex digantikan oleh Joy Wahyudi yang sebelumnya menempati jabatan sebagai Director of Chief Sales and Distribution Officer. Saat ini posisi Joy masih disebut sebagai Plt CEO Indosat Ooredoo (evn/evn)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK