Satu hal yang jadi pertanyaan adalah dari mana startup semacam ini memperoleh untung?
Seperti disebut di atas, Kredivo adalah penyalur kredit melalui platform digital. Bedanya dengan bank, cara kerja startup ini lebih sederhana dan cepat. Proses persetujuan kredit bahkan bisa mencapai hitungan menit saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sebenarnya mirip kartu kredit pada umumnya saja," ujar Alie saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (4/10).
Saat ini Kredivo memang punya dua produk pembiayaan yakni Pay 30 dan program cicilan berjangka 3, 6, dan 12 bulan. Pay 30 adalah kredit dengan jatuh tempo 30 hari tanpa bunga sehingga konsumen bisa belanja sesuatu saat uang sedang tiris.
Saat ini Kredivo masih fokus di sektor e-commerce saja, dengan menggandeng enam dari sepuluh pelaku ternama seperti Bukalapak, Bhinneka, JD.id, Lazada, Blibli, dan Shopee. Layanan mereka pun masih berkutat di kota-kota besar saja seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Denpasar, Semarang, dan Palembang.
Dari sekitar 30-40 juta populasi di Indonesia yang jadi pasar mereka, Kredivo menyatakan dirinya sudah menggaet beberapa ratus ribu dari angka itu sebagai konsumen. Mereka juga mengklaim sudah memimpin kategori pembiayaan kredit Point of Sale (PoS) di Indonesia.
"Di samping kartu kredit, kami adalah (platform) kredit digital terbesar di negeri," pungkas Akshay.