Smartfren Ancang-ancang Ikut Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 11:34 WIB
Smartfren Ancang-ancang Ikut Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys. (Foto: CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan telah memulai proses lalng frekuensi tiga blok di pita frekeunsi 2,1 GH dan 2,3 GHz. Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys memastikan pihaknya akan turut serta dalam lelang tersebut.

Merza menjelaskan pihaknya tertarik untuk mengikuti lelang untuk kedua pita frekuensi tersebut.

"Jadi yang tanggal 10 Oktober itu pemasukan proposal untuk ikut serta dalam lelang frekuensi 2,3GHz. Kemudian akan dilaksanakan pemeriksaan sebelum mengajukan penawaran harga secara e-auction. Setelah itu dalam beberapa hari harusnya selesai dan bisa ketahuan pemenangnya," jelas Merza saat ditemui usai peluncuran Andromax Prime di Jakarta, Kamis (5/10).


Ia menambahkan, semua dokumen permohonan lelang nantinya harus disubmit secara elektronik. Setelah proses submit dokumen, pemerintah akan membuka harga penawaran dan peserta lelang bisa mengajukan penawaran harga.

Merza sendiri mengaku pihaknya berminat untuk mengikuti tender di kedua pita frekuensi tersebut. Untuk itu, pihaknya telah mengambil ancang-ancang terkait pendanaan jika kemungkinan memenangkan tender di salah satu frekuensi.

"Kalau saya mah mau (frekuensi) yang mana saja... Semua itu ada perencanaan, gak mungkin saya berani ikut kalau ngga ada ancang ancang. Tapi bukan berarti uangnya sudah ada di kantong," ujarnya.

Kominfo sendiri menetapkan aturan bagi peserta tender yang telah memenangkan lelang di salah satu frekuensi, maka tidak diperbolehkan mengikuti lelang serupa untuk memiliki pita frekuensi lainnya.

Terkait aturan tersebut, Merza mengaku pihaknya tidak mempermasalahkan frekuensi mana yang nantinya akan jatuh ke tangan Smartfren. Anak perusahaan Sinar Mas ini berencana menggunakan frekuensi tambahan untuk memperbesar kapasitas dan memperbaiki layanan.

"Frekuensi itu tidak sekedar untuk kapasitas tetapi juga untuk perbaikan layanan agar lebih cepat, lebih enak yang pakai, lebih murah. Karena semakin besar frekuensi yang dimiliki, semakin efisien investasinya sehingga saya jualannya lebih bagus," pungkasnya.

Kominfo secara resmi membuka tender untuk lelang satu blok pita frekuensi radio 30 MHz moda TDD di pita frekuensi 2,3 GHz dan dua blok di pita frekuensi 2,1 GHz dengan lebar masing-masing pita 5MHz moda FDD.

Proses lelang kedua pita frekuensi dipastikan akan dibuka secara bersamaan. Kendati demikian, operator yang sudah memenangkan tender di pita frekuensi 2,1GHz tidak diperbolehkan untuk mengikuti tender serupa di pita frekuensi 2,3 GHz.