Bayar Google Adwords Kini Bisa Lewat ATM

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 26/10/2017 20:38 WIB
Bayar Google Adwords Kini Bisa Lewat ATM Ilustrasi Google. Google memberikan beberapa fitur baru bagi pemilik akun Google Business (dok. Screenshot via google.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google Adwords kini bisa dibayarkan lewat ATM. Ini adalah salah satu inisiatif baru Google bagi para pemilik akun Google Business. Sebelumnya, tagihan AdWords hanya bisa dibayar lewat kartu kredit.

Hal ini dilakukan lantaran pengguna kartu kredit yang masih rendah di Indonesia.

"Kita ingin memastikan orang gampang bayarnya. Tadinya kan cuma bisa lewat kartu kredit, di Indonesia berapa sih yang punya?" kata Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia, di Jakarta, Kamis (26/10).


Selain menambahkan fitur pembayaran ATM, Google juga menambahkan fitur baru untuk pengguna Google Business. Pengguna bisa menambahkan postingan lewat dashboard Google Business dengan fitur Post.

googleDashboard Google Business dimana pengguna bisa memperbarui posting-an mereka (dok. searchengineland.com)

Pengguna bisa mengisi postingan dengan menu baru atau menu andalan minggu itu, jika pengguna memiliki usaha restoran misalnya. Postingan bisa berupa video, GIF, gambar, atau teks. Postingan ini lantas akan muncul di tampilan kartu dari restoran itu di laman pencarian Google.

Fungsi Post ini adalah untuk membantu UKM mempromosikan kegiatan atau penawaran menarik yang mereka. Fitur ini pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat tahun lalu.

"Di sana nanti bisa update kegiatan sehari-hari di bisnis mereka," tambah Veronica.

googlePengguna bisa menuliskan post, menambahkan gambar, video, dan GIF. Lantas postingan ini akan tampil menjadi bagian dari hasil pencarian saat Google menampilkan nama bisnis pengguna dalam bentuk kartu [kanan] (dok. searchengineland.com)

Fitur baru lainnya adalah Uji Situs Saya. Dengan fitur ini, pemilik bisnis bisa mengecek seberapa cepat situs versi seluler milik mereka. Tak cuma menghitung kecepatan akses, tapi fitur ini juga memberi saran kecepatan terbaik yang seharusnya dimiliki oleh situs tersebut.

Semakin cepat akses situs, maka pengalaman pengunjung situs akan makin baik. Dengan demikian, harapannya bisa menarik lebih banyak pengunjung mobile.

Mengapa? Sebab, berdasarkan riset Google, 53 persen situs langsung ditinggalkan pengunjung jika waktu memuatnya (loading) lebih dari tiga detik. Sementara waktu rata-rata yang dibutuhkan memuat situs di Indonesia mencapai 22 detik.

Terakhir adalah aplikasi Primer. Ini adalah aplikasi gratisan dari Google untuk membantu pemasaran digital UKM.

Berbagai pembaruan fitur tadi merupakan bagian dari inisiatif Google untuk UKM Indonesia. (eks/eks)