Pengguna Instagram Nantinya Bisa Follow Hashtag

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 18:14 WIB
Pengguna Instagram Nantinya Bisa <i>Follow Hashtag</i> Instagram disebut bakal menyediakan fitur agar pengguna bisa mengikuti tagar sesuai konten yang disukai. (ok. Instagram)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah banyak memplagiat fitur Snapchat, Instagram dikabarkan tengah mempersiapkan fitur baru. Inovasi itu kabarnya memungkinkan pengguna untuk mengikuti tagar tertentu sesuai konten yang disukai.

Melalui aplikasi versi beta, fitur ini diketahui membuat pengguna bisa mendapatkan info terbaru untuk isu terhangat pada tagar yang diikuti.

Dengan begitu, pengguna hanya akan disuguhi konten-konten yang disukai tanpa mengubah lini masa dan tak perlu repot mencari akun tertentu.


Hanya saja, Techcrunch mencatat fitur yang belum resmi ini sudah menuai kekhawatiran pengguna. Tak lain lantaran algoritma pada linimasa Instagram yang diprediksi membuat sistem hanya fokus memunculkan konten untuk mendongkrak jumlah like, view, dan komentar.

Namun begitu, Presiden pertama Facebook Sean Parker juga menyadari kekhawatiran tersebut.

Menurutnya, siklus keterlibatan sosial yang didesain agar pengguna ketagihan sehingga betah berlama-lama di media sosial seperti Facebook dan Instagram.

"Hal yang pertama kali dipikirkan saat membuat Facebook adalah bagaimana caranya agar melalui media ini kami dapat membuat Anda menghabiskan waktu dan memberi perhatian di dalamnya secara sadar. Dengan begitu, kami harus memberikan Anda sesuatu yang bisa membuat ketagihan sesekali, karena seseorang menyukai foto atau post apapun," ungkap Sean seperti dilansir Independent.

Cara itu disebut Sean untuk membuat penggunanya tergerak memberikan lebih banyak konten yang berpotensi disukai atau menuai komentar pengguna lain.

Hanya saja, sistem algoritma yang baru bisa saja menyulitkan Instagram karena harus mencari konten yang benar-benar disukai pengguna.

Digital Trends sendiri menilai sistem ini memang baik bagi perusahaan untuk meningkatkan keterkaitan antara brand dengan pengikutnya. Termasuk pemasangan iklan untuk target yang disasar.

Di sisi lain, Instagram dinilai mengabaikan fakta bahwa sebagian besar pengguna sebenarnya telah mengetahui selera mereka sendiri. Selain itu bisa saja pengguna merasa kesulitan menemukan konten yang bisa dinikmati melalui layanan berbagi foto dan video itu. (sat/evn)