Wylie mengaku bukan hanya akun Facebook yang diblokir, namun juga akun Instagram miliknya. Ia dituduh melanggar syarat dan ketentuan Facebook.
"Inilah kekuatan Facebook. Mereka bisa menghapusmu dari internet," ucap Wylie seperti dilaporkan oleh CNET, Rabu (21/3). Yang tak bisa dipahami oleh Wylie adalah pemblokiran akunnya terjadi ketika kasus pencurian data Facebook sudah diekspos ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wylie menganggap Facebook sedang menciptakan kondisi seolah dirinya yang bersalah atas skandal yang terjadi. Padahal orang yang pertama kali menguak kebusukan itu adalah dia sendiri.
Wylie adalah mantan pegawai dari Cambridge Analytica. Dia menceritakan kecurangan bekas perusahaannya itu ke sejumlah media seperti The New York Times, The Guardian, dan Observer.
Dari kesaksiannya terungkap bahwa Cambridge Analytica, yang menjadi konsultan kampanye Donald Trump, secara ilegal menyimpan data jutaan pengguna Facebook.
Facebook berdalih pembekuan akun Wylie mereka lakukan karena dia tak mau diajak bertanggung jawab atas kegiatan ilegalnya bersama Cambridge Analytica dahulu.
"Siapa pun yang mengaku sudah melanggar ketentuan layanan akan kami hapus. Ini mengerikan. Kami memintanya ikut dalam investigasi, namun sejauh ini ia menolaknya," ujar Andrew Bosworth, salah satu eksekutif Facebook, seperti dikutip CNET, Selasa (19/3). (eks)