Setelah Alibaba, Nilai IPO Xiaomi Terbesar Sejak 2014

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Jumat, 04/05/2018 11:08 WIB
Setelah Alibaba, Nilai IPO Xiaomi Terbesar Sejak 2014 Xiaomi akan menggelar IPO terbesar dalam empat tahun terakhir di Hong Kong. (Foto: Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Xiaomi akan menggelar IPO terbesar dalam empat tahun terakhir di Hong Kong. Perusahaan China tersebut telah mengirimkan dokumen untuk mendaftarkan pencatatan saham perdananya di bursa saham Hong Kong.

Dokumen pengajuan tersebut tidak memberikan rincian tentang besaran IPO yang direncanakan, tetapi laporan telah memperkirakan bisa bernilai sekitar US$10 miliar. Kesepakatan sebesar itu akan membuatnya menjadi nilai IPO terbesar sejak Alibaba go public pada September 2014.

Dilansir dari CNN, Xiaomi menolak berkomentar tentang nilai IPO, yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Ketika mengumpulkan uang pada akhir 2014, Xiaomi dihargai US$45 miliar.
Perusahaan teknologi besar China lainnya juga dikabarkan akan go public pada tahun depan, termasuk raksasa pembayaran online Ant Financial. Didirikan pada 2010, Xiaomi adalah pembuat smartphone terbesar kelima di dunia tahun lalu. Dalam riset IDC, Xiaomi melakukan pengapalan ponsel lebih dari 92 juta perangkat.


Bisnis utama Xiaomi adalah smartphone. Namun, tetap membuat berbagai perangkat yang terhubung ke internet, termasuk laptop dan bahkan rice cooker pintar.

Perusahaan itu mengatakan menjual produknya di 74 negara dan wilayah. Dia pun telah menikmati pertumbuhan yang sangat kuat di India, di mana ia telah menyusul Samsung sebagai pembuat smartphone terlaris.
Pendapatan dan Laba Melonjak

Dokumen-dokumen yang Xiaomi laporkan Kamis memberi sedikit pencerahan pada keuangannya. Perusahaan menunjukkan pendapatan melonjak hampir 70% dari tahun lalu menjadi sekitar 115 miliar yuan (US$18 miliar).

Laba operasional naik lebih dari tiga kali lipat menjadi 12 miliar yuan (US$1,9 miliar).

Xiaomi menjadi berita utama pada 2014 ketika menjadi startup paling berharga di dunia. Tetapi perusahaan kemudian mengalami masalah, mengalami penurunan penjualan smartphone pada 2016 karena kesulitan dengan masalah rantai pasokan.
CEO Lei Jun mengatakan dalam sebuah surat terbuka hari Kamis bahwa krisis itu "titik balik" bagi perusahaan.

"Sejauh yang kami tahu, selain Xiaomi, tidak pernah ada perusahaan smartphone lain yang berhasil rebound setelah penurunan penjualan," tulisnya.

Seperti Apple, Xiaomi juga menghasilkan uang melalui layanan yang terhubung ke smartphonenya.

Tahun lalu, bisnis layanan internet Xiaomi mendatangkan pendapatan sekitar 10 miliar yuan (US$1,5 miliar). Tapi itu masih sebagian kecil dari 80 miliar yuan (US$12,5 miliar) yang dihasilkan dari penjualan smartphone. (age/age)