Hal itu merupakan bentuk penghormatan terhadap rasa penasaran Hawking akan penjelajahan waktu.
Ilmuwan legendaris dunia itu meninggal pada 14 Maret 2018 lalu di usia 76 tahun setelah menghabiskan hidupnya untuk menyelidiki asal muasal alam semesta, misteri lubang hitam, dan sifat dasar dari waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan untuk mengisi tanggal lahir di masa depan diketahui oleh seorang blogger di situs IanVisits yang menuliskan dalam laman pribadinya:
"Profesor Hawking pernah menggelar pesta untuk para penjelajah waktu untuk melihat apakah ada yang datang jika ia mengundang mereka setelah pesta digelar," tulisnya.
Profesor Astrofisika Universitas Manchester Sarah Bridle mengungkapkan kepada BBC Radio bahwa Hawking terus penasaran dengan kemungkinan menjelajah waktu. Bahkan, setelah pestanya digelar pada 2009 lalu.
"Ia [Hawking] penasaran dan ia memiliki selera humor yang tinggi. Ia mengatakan bahwa ia menggabungkan dua hal favoritnya yaitu eksperimen dan sampanye dalam pestanya," ujar dia.