Saingi Google Assistant, Microsoft Akuisisi Perusahaan AI

RBC, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 06:47 WIB
Saingi Google Assistant, Microsoft Akuisisi Perusahaan AI Akuisisi ini diharapkan bisa membuat Cortana dan asisten suara Microsoft lainnya bisa menyaingi kecerdasan Google Assistant, Alexa, juga Siri. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk bisa bersaing dengan Google Assistant dan Alexa, Microsoft mengakuisisi Semantic Machines. Ini adalah perusahaan kecerdasan buatan yang memproses pembicaraan.

Akuisisi ini diharapkan bisa membantu Microsoft untuk meningkatkan kemampuan Cortana agar makin fasih diajak berbincang. Cortana adalah salah satu kecerdasan buatan Microsoft selain Azure Bot Service dan Microsoft Cognitive Services.

Sebelumnya, Google sempat memamerkan kemampuan asisten suara mereka, Google Assistant. Dalam konferensi Google I/O ditunjukkan bagaimana luwesnya salah satu bot Google Assistant yang disebut Duplex.


Google melakukan demo bagaimana Duplex bisa berbicara luwes layaknya manusia. Duplex bahkan bisa melakukan panggilan telepon untuk membantu pemesanan restoran dan salon. 


Semantic Machines adalah perusahaan yang fokus membangun AI sehingga mesin bisa berkomunikasi, berkolaborasi, mengerti keinginan manusia, dan menyelesaikan tugas.

Perusahaan ini meningkatkan kemampuan mesin untuk melakukan sintesis pembicaraan, yaitu mengubah teks menjadi suara. Ia juga membantu mesin untuk melakukan pembelancaran seperti manusia (deep learning). Perusahaan ini juga mendalami soal pemrosesan bahasa alami agar mesin bisa berbicara seluwes manusia.

Dengan demikian, diharapkan produk AI suara milik Microsoft bisa bersaing dengan sejumlah AI suara lain seperti Alexa milik Amazon, Siri milik Apple, Assistant milik Google, dan Bixby milik Samsung.

Terdapat sejumlah ahli AI yang bekerja pada perusahaan ini, beberapa di antaranya adalah mantan kepala peneliti untuk Siri milik Apple, Larry Gillick, dan beberapa peneliti ternama lainnya seperti profesor Dan Klein dari UC Berkeley dan profesor Percy Liang dari Stanford University.

Sejak berdiri pada Agustus 2014, Semantic Machines berhasil menggalang dana sebesar 8,5 miliar dollar AS dalam tahun itu, dan bertambah lagi 12,3 milliar dollar AS di tahun berikutnya. Para investornya antara lain adalah Bain Capital Ventures dan General Catalyst Partners.

"Dengan mengakuisisi Semantic Machines, kami akan meresmikan pusat AI yang unggul di Berkeley untuk mendobrak batas-batas yang mustahil dalam antarmuka bahasa," kata Kepala Bagian Teknologi dan Peneliti AI Microsoft David Ku, seperti dilansir oleh Venturebeat, Selasa (22/5). (eks/eks)