Pasalnya, Eropa sudah dikenal dengan 'lambatnya' mengembangkan teknologi baru jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dengan kekuatan modal venturanya pada startup di Silicon Valley.
Budaya menghidari risiko yang menjadi khas Eropa pun disebut menjadi penghalang hadirnya 'Google Eropa' karena stigma kegagalan yang menghantui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Reuters, sebuah surat kabar memuat bahwa upaya bersama pun dibutuhkan untuk meningkatkan modal ventura dan regulasi.
Perancis dan Jerman mendorong untuk reformasi di berbagai sektor sebelum pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa pada Juni mendatang dan ingin Eropa untuk maju dalam teknologi digital baru.
Para perwakilan kedua negara, berbicara pada koran yang dikutip oleh Reuters, bahwa mereka mengatakan tujuannya adalah untuk menciptakan jaringan agar membawa terobosan inovasi dalam ilmu pengetahuan ke pasar.
Selain itu, untuk membuka jaringan ke negara-negara Uni Eropa yang tertarik lainnya.
Perancis dan Jerman ingin inisiatif nasional dilengkapi dengan Uni Eropa, yang dapat memiliki nilai tambah bagi pembentukan dan pertumbuhan teknologi baru.
Perancis telah berjanji untuk membelanjakan 1,5 miliar euro atau setara dengan US$1,75 miliar untuk kecerdasan buatan pada 2022.
Berlin dan Paris menginginkan proyek mereka untuk fokus pada para pemimpin teknologi di akademisi serta pengusaha dan untuk menyediakan pendanaan untuk proyek teknologi berisiko tinggi. (age)