UJI PRODUK
Menjajal Asus Zenfone 5 dengan Poni Ala iPhone X
JNP | CNN Indonesia
Selasa, 12 Jun 2018 16:11 WIB
Asus Zenfone 5 dipersenjatai dua kamera di bagian belakang dan satu kamera depan. Kamera utama pada bagian belakang memiliki resolusi 12 megapiksel dengan aperture f/1.8. Kamera kedua di bagian belakang beresolusi 8 MP dan bukaan lensa f/2.2 yang bisa menjaring foto ultra wide lebih lebar dibandingkan lensa biasa hingga 120 derajat. Saat menjajal, hasil foto ultrawide terasa lebih buram dibandingkan dengan kamera utama.
Zenfone 5 juga semakin memudahkan orang-orang yang mencintai fotografi untuk memotret gambar melalui ponsel. Dalam fitur "Pro" dalam ponsel, terdapat Optical Image Stabilization (OIS), Electronic Image Stabilization (EIS) dan juga Dual-Pixel autofocus. Di fitur pro, pengguna bisa bermain dengan banyak fitur kamera SLR seperti mengatur White Balance, Exposure Value, bahkan Shutter Speed.
Teknologi kecerdasan buatan pada kamera membuatnya mampu mendeteksi 16 jenis scene. Pendeteksian ini bisa disesuaikan lewat pengaturan kamera dengan scene yang terdeteksi untuk mengoptimalkan kualitas gambar.
CNNIndonesia mencoba memotret makanan, secara otomatis di bagian kiri atas layar akan menampilkan ikon makanan sehingga menonjolkan warna yang telah disesuaikan. Ketika mencoba memotret objek orang dengan medium shot, kamera akan fokus mencerahkan warna objek tersebut.
Fitur bokeh pada kamera ganda terlihat halus dan tidak terkesan buatan. Pengguna juga bisa mengatur kedalaman efek bokeh, semakin tinggi maka tingkat keburaman layar akan kian kental.
Bukan berarti tanpa cacat, saat dipakai memotret objek orang, sensor kamera justru sulit membedakan mana fokus foto dan latar belakang. Walhasil, rambut pada objek foto ikut buram meski ikon fokus sudah ditekan sebelum memotret.
Ada satu hal yang mengganggu saat menjajal kamera belakang ponsel ini. Glitch muncul saat dipakai untuk memotret luar ruangan, terlebih ketika cahaya matahari bersinar cukup terang.
Hal ini tak dipungkiri terasa sangat mengganggu. Meski masalah ini bisa teratasi setelah pengguna memperbarui firmware yang disediakan Asus.
CNNIndonesia.com dibuat cukup tercengang dengan hasil kamera saat dipakai untuk memotret di kondisi gelap. Ponsel ini tetap bisa menghasilan detail objek dan paduan warna yang jelas.
Sebagai catatan, pengguna tidak dianjurkan untuk menggunakan kamera ultra-wide dalam kondisi minim pencahayaan. Namun untuk hasil kamera utama di body belakang, rasanya laik untuk menuai pujian.
Di sisi kamera depan, fitur 'selfie master' rasanya pas untuk menyuka swafoto. Filter yang bisa mengkostumisasi tingkat kecantikan, warna kulit, bentuk mata dan pipi akan membuat penggunanya cenderung tak mengenali sosok asli di balik foto selfie tersebut.
Intensitas warna dan kecerahan gambar memang tidak akan memengaruhi hasil selfi. Hanya saja, filter 'beauty effect' terasa berlebihan.
Kesimpulan
Banderol harga Rp4,2 jutaan rasanya pas untuk mengakomodir kelas menengah yang menginginkan ponsel dengan fitur yang laik diperhitungkan. Teknologi dan fitur yang dibenamkan dalam Zenfone 5 harus diakui laik diperhitungkan.
Namun bukan berarti Asus tidak memiliki catatan untuk produknya kedepan. Efek bokeh dan 'display scaling' harus mendapat perhatian untuk diperbaiki demi menawarkan kenyamanan.
Spesifikasi
Sistem operasi: Android 7.1.2 (Nougat) kabarnya bisa diupgrade ke Android 8.0 (Oreo)
Cipset: Qualcomm SDM636 Snapdragon 636 Octa-core Kryo 260 Adreno 509
Memori: RAM 4/ 6 GB, internal 64 GB, slot micro SD hingga 400 GB
Kamera: Depan 8MP (f/2.0) dan belakang dual: 12 MP (f/1.8, 24mm, 1,4 μm) + 8 MP (f/2.0, 12mm, 1/4" μm) phase detection autofocus, dual-LED flash, face detection, gyro EIS, HDR, panorama
Baterai: 3.300 mAh
Dimensi: 153 x 75,7 x 7,9 mm
Bobot: 155 gram
Harga: Rp4,2 juta (age/evn)
Zenfone 5 juga semakin memudahkan orang-orang yang mencintai fotografi untuk memotret gambar melalui ponsel. Dalam fitur "Pro" dalam ponsel, terdapat Optical Image Stabilization (OIS), Electronic Image Stabilization (EIS) dan juga Dual-Pixel autofocus. Di fitur pro, pengguna bisa bermain dengan banyak fitur kamera SLR seperti mengatur White Balance, Exposure Value, bahkan Shutter Speed.
Teknologi kecerdasan buatan pada kamera membuatnya mampu mendeteksi 16 jenis scene. Pendeteksian ini bisa disesuaikan lewat pengaturan kamera dengan scene yang terdeteksi untuk mengoptimalkan kualitas gambar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil kamera belakang dipotret di dalam ruangan. (Foto: CNN Indonesia/JNP) |
Contoh fitur bokeh yang kurang sempurna ditangkap oleh Zenfone 5 membuat keburaman di sekitar rambut model tidak merata (CNN Indonesia/Jonathan Patrick) |
Ada satu hal yang mengganggu saat menjajal kamera belakang ponsel ini. Glitch muncul saat dipakai untuk memotret luar ruangan, terlebih ketika cahaya matahari bersinar cukup terang.
Hal ini tak dipungkiri terasa sangat mengganggu. Meski masalah ini bisa teratasi setelah pengguna memperbarui firmware yang disediakan Asus.
CNNIndonesia.com dibuat cukup tercengang dengan hasil kamera saat dipakai untuk memotret di kondisi gelap. Ponsel ini tetap bisa menghasilan detail objek dan paduan warna yang jelas.
Sebagai catatan, pengguna tidak dianjurkan untuk menggunakan kamera ultra-wide dalam kondisi minim pencahayaan. Namun untuk hasil kamera utama di body belakang, rasanya laik untuk menuai pujian.
Hasil kamera di kondisi minim pencahayaan. (Foto: CNN Indonesia/JNP) |
Intensitas warna dan kecerahan gambar memang tidak akan memengaruhi hasil selfi. Hanya saja, filter 'beauty effect' terasa berlebihan.
Hasil foto selfie dengan kamera depan Zenfone 5 dengan aplikasi Selfie Master (CNN Indonesia/Jonathan Patrick) |
Kesimpulan
Banderol harga Rp4,2 jutaan rasanya pas untuk mengakomodir kelas menengah yang menginginkan ponsel dengan fitur yang laik diperhitungkan. Teknologi dan fitur yang dibenamkan dalam Zenfone 5 harus diakui laik diperhitungkan.
Namun bukan berarti Asus tidak memiliki catatan untuk produknya kedepan. Efek bokeh dan 'display scaling' harus mendapat perhatian untuk diperbaiki demi menawarkan kenyamanan.
Spesifikasi
Sistem operasi: Android 7.1.2 (Nougat) kabarnya bisa diupgrade ke Android 8.0 (Oreo)
Cipset: Qualcomm SDM636 Snapdragon 636 Octa-core Kryo 260 Adreno 509
Memori: RAM 4/ 6 GB, internal 64 GB, slot micro SD hingga 400 GB
Kamera: Depan 8MP (f/2.0) dan belakang dual: 12 MP (f/1.8, 24mm, 1,4 μm) + 8 MP (f/2.0, 12mm, 1/4" μm) phase detection autofocus, dual-LED flash, face detection, gyro EIS, HDR, panorama
Baterai: 3.300 mAh
Dimensi: 153 x 75,7 x 7,9 mm
Bobot: 155 gram
Harga: Rp4,2 juta (age/evn)
Hasil kamera belakang dipotret di dalam ruangan. (Foto: CNN Indonesia/JNP)
Contoh fitur bokeh yang kurang sempurna ditangkap oleh Zenfone 5 membuat keburaman di sekitar rambut model tidak merata (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Hasil kamera di kondisi minim pencahayaan. (Foto: CNN Indonesia/JNP)
Hasil foto selfie dengan kamera depan Zenfone 5 dengan aplikasi Selfie Master (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)