Mungkin dalam waktu yang dekat di masa depan, teknologi fiksi yang terkesan mustahil ini bisa terjadi. Mobilitas dipastikan meningkat secara drastis dengan adanya teknologi ini.
Dilansir dari CNN, beberapa teknologi sedang dikembangkan, salah satunya adalah mobil terbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumen bisa memesan lewat aplikasi Uber. Walapun terlihat seperti helikopter, Uber percaya bahwa taksi terbang akan lebih murah dan aman daripada helikopter.
Sekarang konsumen tidak perlu lagi repot-repot ke bandara. Pasalnya waktu tempuh 55 menit pesawat bisa ditempuh dengan tiga puluh menit oleh Hyperloop. Sejauh ini perusahaan Hyperloop telah membangun 500 meter lintasan uji coba di Nevada, Amerika Serikat.
Namun tantangan masih cukup signifikan, sebagai permulaannya pembangunan ratusan kilometer lalu-lintas Hyperloop ini akan menghabiskan miliaran Dolar. Kemudian lintasan yang dibangun harus lurus tanpa adanya belokan agar penumpang tidak mual. Hal ini akan memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan masalah ini.
Musk juga memiliki teknologi kereta bawah tanah yang disebut dengan "Loop". Pembagunan kereta bawah tanah sebelumnya melambat di Amerika karena tinggi bangunan dan biaya perawatan. Konsep futuristik "Loop" mengalami kemajuan di kota Los Angeles.
Perusahan hampir menyelesaikan terowongan di bawah kota yang akan membuat masyarakat bisa mengendarai mobil atau pod dengan kecepatan sampai sekitar 277 kilometer per jam.
Tentu saja teknologi ini akan membawa solusi untuk kemacetan di kota-kota. Sistem kecepatan tinggi ini akan membuat orang-orang bisa melewati kemacetan dan mengelilingi kota lebih cepat. Perusahaan juga mengungumkan sedang membuat jaringan "Loop" untuk menyambungkan dua kota yang berdekatan, seperti Baltimore dan Washington.
Lihat juga:Grab Cetak Pendapatan Rp13,9 Triliun |
Berikutnya adalah teknologi yang mampu mengubah bagian interior mobil. Lewat konsep kendaraan e-Pallete milik Toyota, kendaraan umum bisa berubah menjadi toko berjalan atau truk delivery.
Selanjutnya adalah teknologi self-driving car (mobil tanpa sopir). Kemajuan besar dalam sistem komputer dan perangkat lunak, mimpi adanya mobil tanpa pengemudi bukan hanya omong kosong belaka.
Algoritma komputer dalam mobil bisa mengidentifikasi objek, seperti pejalan kaki, lampu merah, atau marka jalan dengan akurasi yang impresif. Kamera dan rada dengan data yang sangat banyak bisa membantu merencakan perjalanan aman ke tujuan anda.
Baru-baru ini Drive.ai, startup yang sedang mengembangkan perangkat lunak mobil tanpa pengemudi mengatakan akan ada layanan berkendara gratis ke penumpang di Texas.
Akan tetapi, rintangan dalam teknologi ini juga masih ada. Banyak orang masih taku naik mobil tanpa pengemudi. Pada bulan Maret, mobil tanpa pengemudi menabrak dan menewaskan pejalan kaki di Arizona. Ini menimbulkan rasa skeptis tentang teknologi ini. (mik)