Karyawan yang tidak disebutkan namanya ini diduga membuat perubahan kode yang tidak spesifik pada proses manufaktur.
Orang tersebut pun diduga mengirimkan data Tesla yang sensitif kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Dilansir dari Reuters, juru bicara perusahaan Gina Antonini menolak berkomentar ketika dihubungi melalui email.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musk menambahkan, motivasi pelaku melakukan sabotase karena menginginkan promosi yang tidak dia terima. Reuters tidak dapat mengonfirmasi secara independen salah satu klaim dalam email tersebut.
Sebelumnya pada Senin,(18/6) Musk mengirim email terpisah kepada karyawan mengenai pemberitahuan kejadian sabotase tersebut. Sabotase sistem tersebut diduga menjadi penyebab kebakaran kecil dalam pabrik Tesla.
"Bara api itu padam dalam hitungan detik. Tidak ada cedera atau kerusakan peralatan yang signifikan, dan produksi kembali online," jelas email Musk.
Minggu lalu, Musk mengumumkan bahwa sembilan persen dari tenaga kerja perusahaan sedang di-PHK, tanpa menentukan jumlah pasti.
Proporsi profitabilitas jangka panjang Tesla bergantung pada peningkatan output Model 3, yang ditujukan untuk produksi massal. (age)