Perusahaan milik Elon Musk ini telah mendaftarkan gugatan di pengadilan federal di Nevada pada Rabu (19/6).
Dalam gugatannya, Tesla mengklaim bahwa mantan karyawannya itu terbukti meretas sistem manufaktur perusahaan. Ia juga diketahui mentransfer beberapa data pabrik Tesla dan membagikannya ke pihak ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters melaporkan Tripp diketahui mengoperasikan tiga sistem komputer untuk menarik data-data perusahaan. Menariknya, pencurian data tetap terjadi meskipun ia secara resmi tak lagi bekerja untuk Tesla.
"Dalam beberapa bulan Tripp bergabung dengan Tesla, atasannya mengidentifikasi ia bermasalah dengan kinerja dan tergolong mengganggu bagi rekan kerja lainnya," tulis gugatan tersebut.
"Sejauh mana tindakan sabotase tersebut belum jelas. Tetapi apa yang telah dia (pelaku) aku sejauh ini sangat buruk," jelas Musk yang menyebut telah mempelajari dugaan sabotase selama sepekan.
Pendiri Tesla dan SpaceX ini menjanjikan akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap apakah tindakan dilakukan sendiri atau terorganisir dengan pihak ketiga. (evn)