Dalam acara olahraga multicabang empat tahunan ini, eSport akan dipertandingkan sebagai eksibisi. Artinya, tidak ada hitungan medali apabila kontingen Indonesia berhasil mendapatkan medali di cabang olahraga eSport.
Kendati demikian, Ketua Umum Indonesia eSports Asosiation (IeSPA) Eddy Lim mengatakan cabor eSport akan menjadi cabor reguler yang masuk hitungan medali pada Asian Games 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy menjelaskan Asian Electronic Sports Federation (AESF) bertanggung jawab pada pertandingan eksibisi eSport di Asian Games, bukan INASGOC. Eddy mengatakan AESF telah menentukan enam nomor gim cabor eSport yang akan dipertandingkan pada 26 Agustus sampai 1 September.
Lihat juga:Cube TV, Aplikasi 'Bigo Live' Untuk Gamers |
Eddy mengatakan IeSPA membantu AESF untuk mencari venue di Indonesia, logistik baik itu perlengkapan maupun jaringan internet.
Eddy juga mengatakan IeSPA membantu untuk mendaftarkan para atlet eSport yang sebelumnya sudah disaring ke Komite Olimpiade Indonesia. Pada Juni lalu IeSPA mengumumkan 17 nama atlet timnas eSport melalui kualifikasi kompetisi regional.
"Biasanya kita tentukan tim terbaik yang memenangkan kompetisi kualifikasi. Kali ini kita pilih pemain-pemain terbaik dari berbagai tim. Terdiri dari tim-tim yang beda digabungkan dengan satu timnas," kata Eddy.
Lihat juga:'Indonesia Belum Siap dengan eSport' |
18 negara berhasilnya lolos kualifikasi dari dari jumlah 27 negara yang ikut serta. Negara-negara ini adalah Indonesia, Laos, Uzbekistan, Malaysia, China, Hongkong, China Taipei, Kazakhstan, Vietnam, Pakistan, Korea Selatan, Arab Saudi, Jepang, Thailand, India, Kirgizstan, Sri Langka,dan Iran.
Dalam kesempatan yang sama, Atlet Timnas eSport gim League of Legend Rully Sandra Sutanto menargetkan tiga besar dalam kompetisi game multiplayer online battle arena (MOBA) ini.
"Target kami tiga besar. Kalau bisa nomor satu, saingan terberat adalah Cina dan Korea Selatan, di Asia Tenggara juga ada Vietnam," kata Rully. (age/age)