Pertama Kali Atlet 'Gamers' Tanding di Asian Games 2018

JNP, CNN Indonesia | Selasa, 24/07/2018 21:08 WIB
eSport akan menjadi cabang olahraga yang turut dipertandingkan di Asean Games 2018. Namun, eSport masih akan berbentuk eksibisi tanpa medali. Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / JEFF PACHOUD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhelatan akbar Asian Games 2018 di Indonesia akan menorehkan salah satu tinta emas. Pertama kalinya eSport akan dipertandingkan dalam kompetisi antar negara atau level Internasional.

Dalam acara olahraga multicabang empat tahunan ini, eSport akan dipertandingkan sebagai eksibisi. Artinya, tidak ada hitungan medali apabila kontingen Indonesia berhasil mendapatkan medali di cabang olahraga eSport.

Kendati demikian, Ketua Umum Indonesia eSports Asosiation (IeSPA) Eddy Lim mengatakan cabor eSport akan menjadi cabor reguler yang masuk hitungan medali pada Asian Games 2022.


"eSport akan dipertandingkan di Asian Games meskipun baru eksibisi. Saya dapat info tahun 2022 nanti baru akan ada medali," kata Eddy di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara Selasa (24/7).
Kompetisi eksibisi ini menurut Eddy bisa digunakan sejauh mana kualitas para atlet eSport Indonesia. Pasalnya kompetisi ini bisa dijadikan perbandingan antara atlet Indonesia dengan atlet dari negara-negara unggulan eSport seperti Korea Selatan dan Cina.

Eddy menjelaskan Asian Electronic Sports Federation (AESF) bertanggung jawab pada pertandingan eksibisi eSport di Asian Games, bukan INASGOC. Eddy mengatakan AESF telah menentukan enam nomor gim cabor eSport yang akan dipertandingkan pada 26 Agustus sampai 1 September.

Enam gim ini adalah Pro Evolution Soccer 2018, Starecraft II, Hearthstone, League of Legend, Arena of Valor (AoV), Clash Royale. Clash Royale dan AoV adalah gim mobile. Seluruh pertandingan akan digelar di Stadion Britama Arena Jakarta.
Keenam gim ini telah dipertimbangkan oleh AESF. Edwin mengatakan ada hubungannya dengan sponsorship, popularitas gim, dan kerja sama antara AESF dengan pengembang game.

Eddy mengatakan IeSPA membantu AESF untuk mencari venue di Indonesia, logistik baik itu perlengkapan maupun jaringan internet.

Eddy juga mengatakan IeSPA membantu untuk mendaftarkan para atlet eSport yang sebelumnya sudah disaring ke Komite Olimpiade Indonesia. Pada Juni lalu IeSPA mengumumkan 17 nama atlet timnas eSport melalui kualifikasi kompetisi regional.

"Biasanya kita tentukan tim terbaik yang memenangkan kompetisi kualifikasi. Kali ini kita pilih pemain-pemain terbaik dari berbagai tim. Terdiri dari tim-tim yang beda digabungkan dengan satu timnas," kata Eddy.
Kami tidak mencari tim terbaik dalam kualifikasi tapi kami mengambil pemain terbaik dalam setiap tim, kemudian kami gabungkan ke timnas," ujar Eddy.

18 negara berhasilnya lolos kualifikasi dari dari jumlah 27 negara yang ikut serta. Negara-negara ini adalah Indonesia, Laos, Uzbekistan, Malaysia, China, Hongkong, China Taipei, Kazakhstan, Vietnam, Pakistan, Korea Selatan, Arab Saudi, Jepang, Thailand, India, Kirgizstan, Sri Langka,dan Iran.

Dalam kesempatan yang sama, Atlet Timnas eSport gim League of Legend Rully Sandra Sutanto menargetkan tiga besar dalam kompetisi game multiplayer online battle arena (MOBA) ini.

"Target kami tiga besar. Kalau bisa nomor satu, saingan terberat adalah Cina dan Korea Selatan, di Asia Tenggara juga ada Vietnam," kata Rully. (age/age)