Grab Tanggapi Rencana Anies Tertibkan Ojek Online di Jakarta

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 09:35 WIB
Grab Tanggapi Rencana Anies Tertibkan Ojek Online di Jakarta Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab menanggapi rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menertibkan ojek online di pinggir jalan raya.

Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia mengungkapkan pihaknya akan mendukung inisiatif Gubernur, salah satunya dengan menyediakan shelter driver. 

"Kami mendukung inisiatif Pak Anies dan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menyediakan lahan parkir bagi pengemudi ojek online," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/7).


Maka dari itu, Grab telah menyiapkan shelter sejak awal beroperasi karena kebutuhan akan lahan parkir dan tempat istirahat bagi para mitra pengemudi.

"Sehingga kami pun membangun sejumlah shelter secara bertahap," tambahnya.

Tri menambahkan seluruh shelter ini juga merupakan bagian dari kerja sama dengan mal-mal, pemilik gedung serta stasiun kereta api di Jakarta.
"Kami juga telah menyediakan GrabBike Lounge yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, dengan berbagai fasilitas," tambahnya.

Tri menjelaskan dalam waktu dekat, Grab akan membangun satu GrabBike Lounge tambahan yang akan berlokasi di wilayah Jakarta.

Sebelumnya, Anies berencana memanggil perusahaan atau pengelola ojek online (ojol) ka Balai Kota karena keberadaan ojol dianggap telah menyebabkan kemacetan saat menunggu penumpang atau mengetem di pinggir jalan.

"Nanti kita panggilin semuanya, Dishub sudah berapa kali komunikasi," kata Anies di kawasan Sudirman, Minggu (22/7).
Menurut Anies, sistem ojol yang menjemput setiap penumpang justru menyebabkan kemacetan karena jumlahnya yang begitu banyak. Anies pun meminta para pengelola ojol untuk mulai memikirkan tentang tempat transit yang bisa digunakan oleh driver ojol untuk menunggu para penumpang.

Dengan tempat transit tersebut, kata Anies, maka driver ojol tidak akan lagi menunggu penumpang di pinggir-pinggir jalan raya.

"Tempat-tempat untuk transit, untuk penjemputan, karena kalau seperti ini (menunggu di pinggir jalan) terus akan menimbulkan masalah terus," tuturnya. (age/age)