100 Tahun, Teori Lubang Hitam Einstein Baru Terbukti

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 05:50 WIB
100 Tahun, Teori Lubang Hitam Einstein Baru Terbukti Ilustrasi (Paramount Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim yang beranggotakan ilmuwan internasional mendapat bukti terkait prediksi Einstein mengenai apa yang terjadi pada bintang yang melintasi lubang hitam supermasif.

Bukti ini didapatkan setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap bintang S2. Setelah melalui pengamatan selama 20 tahun, mereka akhirnya berhasil membuktikan terjadinya peningkatan kecepatan orbit bintang lebih dari 25 juta kilometer per jam ketika bintang itu mendekati lubang hitam.

Panjang gelobang bintang tertarik ketika berusaha melepaskan diri dari tarikan gravitasi lubang hitam supermasif. Bintang itu pun lantas berubah warna dari biru menjadi merah, seperti dijelaskan Odele Straub dari Observatorium Paris.


"Ini adalah kali pertama kami bisa melakukan pengetesan secara langsung teori relativitas umum Einstein di dekat lubang hitam supermasif," jelas Frank Eisenhauer, astronom senior dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters Selasa (26/7).

"Ketika Einstein hidup, ia tak bisa memikirkan atau membayangkan apa yang kami tunjukkan hari ini," tambahnya.

Sebelumnya, teori relativitas Einstein memperkirakan cahaya dari bintang akan tertarik ke lebar gelombang yang lebih panjang akibat gaya gravitasi ekstrim saat melewati lubang hitam supermasif.

Sehingga bintang akan tampak lebih merah. Ini adalah efek yang dinamakan gravitational red shift. Dengan peristiwa ini, memastikan bahwa perkiraan Einstein tersebut memang tepat dan dapat dibuktikan.

Tahunan pengamatan

Bintang ini dipilih sejak para peneliti melakukan pengamatan di bagian tengah galaksi Bima Sakti. Bintang S2 dipilih karena sebelumnya mereka memperkirakan bintang ini akan melintasi lubang hitam pada 2018, 16 tahun sejak pertama kali para peneliti mengamati bintang tersebut.

Namun, sebelum S2 ditemukan, pengamatan untuk membuktikan pergerakan bintang di sekitar lubang hitam supermasif telah dilakukan sejak 26 tahun lalu menggunakan Teleskop Sangat Besar (Very Large Telescope).

Setelah pembuktian ini, para peneliti berharap bisa mengobservasi teori lubang hitam lainnya, jelas Straub.

"Ini adalah langkah pertama dari perjalanan panjang yang telah dilakukan tim pengamat selama tahunan dan kami berharap bisa meneruskannya tahun depan," jelas pimpinan tim peneliti, Reinhard Genzel. (AFP/eks)


BACA JUGA