BMKG Jelaskan Momen Air Embun Membeku di Dataran Tinggi Dieng

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 16:39 WIB
BMKG Jelaskan Momen Air Embun Membeku di Dataran Tinggi Dieng Ilustrasi embun. (Foto: Silentpilot/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suhu yang mencapai minus 5 derajat celcius di daerah dataran tinggi di Indonesia membuat penampakan di sejumlah wilayah nampak seperti mengalami musim dingin.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan fenomena suhu dingin malam hari dan embun beku di beberapa daerah dataran tinggi Indonesia (seperti lereng pegunungan Dieng) lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung.

"Pada saat puncak kemarau, yakni Juli dan Agustus, ditandai dengan aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/8).


Tirto menjelaskan aliran massa dingin itu menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa.

Mulai dari Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

"Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering. Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa," jelasnya.

Hal tersebutlah yang menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara.

Tirto menjelaskan ada kondisi puncak kemarau saat ini di Jawa. Beberapa tempat yang berada pada ketinggian tertentu, terutama di daerah pegunungan, diindikasikan akan berpeluang untuk mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0°C.

Kondisi ini disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan. Uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput.

Air embun yang menempel dipucuk daun atau rumput akan segera membeku yang disebabkan karena suhu udara yang sangat dingin, ketika mencapai minus atau nol derajat.

Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua. (age/age)