Tak Ada Titik Terang, Ojol Pikir Ulang Demo saat Asian Games

RBC, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 06:55 WIB
Tak Ada Titik Terang, Ojol Pikir Ulang Demo saat Asian Games Ribuan sopir ojek online (ojol) unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin 23 April lalu. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan antara pengemudi ojek online dengan dua perusahaan aplikator, Grab dan Gojek di Polda Metro Jaya pada Jumat (3/8) lalu tak menemui titik terang.

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pihak Gojek akan mempertimbangkan permintaan mitra pengemudinya untuk mengembalikan tarif dasar. Rencananya, Gojek akan memberi keputusan pada Kamis (9/8) lusa.

Sedangkan, pihak Grab disebut menolak mentah-mentah permintaan tersebut. Bahkan, Grab dianggap seakan memprovokasi para mintra pengemudinya untuk melakukan aksi demonstrasi pada hari pembukaan Asian Games 18 Agustus mendatang.


"Pihak manajemen Grab tidak mau mendengar, malah secara tidak langsung mendorong dan memprovokasi mitra ojek online-nya untuk melakukan aksi saat pembukaan Asian Games," tutur Igun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/8).

Igun menjelaskan, saat ini tarif dasar jasa ojek online mencapai nilai terendah sejak 2015, yakni Rp1.200/km. Padahal, tiga tahun lalu tarif dasar ada di angka Rp3.000/km.

"Tahun 2015 pernah Rp3.000/km, waktu mereka [Gojek dan Grab] baru ekspansi. Sejak itu turun secara bertahap, sampai sekarang ini yang terendah di angka Rp1.200/km. Padahal sekarang harga bensin nonsubsidi naik, harga kebutuhan naik, tapi tarif dasar malah turun," keluhnya.

Di sisi lain, menurut pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Grab mengklaim telah menaikkan tarif per kilometer dari Rp1.600/km menjadi Rp2.300/km untuk perjalanan jarak pendek.

"Melalui peningkatan teknologi berdasarkan masukan mitra pengemudi aktif, GrabBike telah meningkatkan rata-rata tarif per km secara berkala jauh diatas Rp.2 ribu," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Selain itu, dalam pernyataan tersebut Ridzki juga menyebut pendapatan mitra pengemudi Grab ditinjau secara berkala, dan terlihat bahwa ada peningkatan pendapatan sebesar 12 persen per bulan dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Igun, yang diminta oleh mitra pengemudi adalah kenaikan tarif dasar, tetapi yang dihitung oleh pihak Grab adalah tarif rata-rata. Oleh karenanya tidak ada titik temu di antara kedua belah pihak.

Sebelumnya, Garda dikabarkan mengkoordinir aksi demonstrasi yang diklaim akan diikuti oleh dua juta mitra pengemudi ojek online pada 18 Agustus 2018, tepat di hari pembukaan Asian Games.

Saat ini, Igun mengaku Garda belum mengambil keputusan lebih lanjut terkait apakah aksi demonstrasi akan tetap terlaksana. Ia mengatakan Garda masih akan melakukan pertimbangan setelah menerima keputusan dari Gojek besok lusa. (evn)