Cirebon Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 19:16 WIB
Cirebon Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Ilustrasi (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di Cirebon. Hal itu berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat dalam peta monitoring hari tanpa hujan (HTH).

"Terdapat hari tanpa hujan dengan kriteria ekstrem (lebih dari 60 hari) di sebagian kecil Cirebon barat," ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya, Rabu (15/8).

Ia menjelaskan, HTH dengan kategori ekstrem di Cirebon tercatat pada pos hujan Tukmudal (78 hari), Wanasaba Kidul (106 hari), Sindang Jawa (105 hari), Cangkol (106 hari) dan Majalengka selatan yakni tercatat pada pos hujan Banjaan (77 hari), Rawa (74 hai), Sunia (77 hari), Talaga (85 hari), Cikijing(77 hari) dan Majalengka (75 hari).


Angka ini ada diatas rata-rata sebagian besar wilayah Jawa Barat. Wilayah Jawa Barat lain berada pada kategori kriteria HTH sangat panjang yaitu berlangsung selama 31-60 hari.

Sedangkan kriteria HTH sangat pendek hingga menengah dengan rentan 1-20 hari hanya terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, seperti Bogor, Subang barat dan selatan, Tasikmalaya dan Ciamis selatan.

Daerah ini terpantau masih terjadi hujan hingga berdasarkan catatan terakhir per tanggal 10 Agustus 2018. Wilayah yang turun hujan diantaranya terjadi di Bogor utara, Tasikmalaya barat dan Ciamis utara.

Untuk wilayah Bandung, menurutnya masih dalam situasi musim kemarau sampai Oktober mendatang. Sehingga belum memasuki HTH ekstrem, tapi akan ada ganguan cuaca jangka pendek dengan turunnya hujan 1 hingga 3 hari.

"Beberapa hari terakhir di Bandung dan sekitarnya terjadi hujan, karena terdapat ganguan cuaca jangka pendek, berupa belokan angin yang menyebabkan terjadi hujan intensitas ringan hingga sedang dalam 1 hingga 3 hari," paparnya.

Lebih lanjut Tony menjelaskan, musim kemarau di Jabar secara umum terjadi sejak Mei sampai dengan Oktober. Sehingga, pihaknya mengimbau agar warga untuk mewasadai potensi kebakaran.

"Perlu antisipasi potensi kebakaran lahan dan rumah," ucapnya. (hyg/eks)