"Layanan peer to peer lending cash loan mengisi kesenjangan kebutuhan pembiayaan di Indonesia dan membuka akses bagi mereka yang tidak unbanked, namun layak kredit," ujar Direktur Aftech, Aji Satria Sulaeman saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (30/8).
Aji memaparkan, berdasarkan data yang dihimpun dari 18 penyedia layanan kartu kredit, hanya terdapat sekitar sembilan juta unique holder dari kartu kredit di seluruh Indonesia. Jumlah ini hanya mencapai hampir enam persen dari seluruh penduduk berusia dewasa di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan tren tersebut, layanan peer to peer lending cash loan hadir dengan tujuan mempertemukan pihak-pihak pemberi pinjaman dengan pihak-pihak yang memerlukan pinjaman. Tidak hanya itu saja, Aftech juga menyebut platform fintech lending menawarkan sejumlah added value dalam layanannya.
"Misalnya ada pihak yang mau memberi pinjaman uang untuk karyawan saja, atau ada pihak lain lagi yang mau memberi pinjaman untuk usaha mikro saja, itu namanya risk appetite, selera risiko. Nah, melalui platform, dia bisa memilih target pinjaman yang ingin dia berikan sesuai dengan selera risiko investasi dia," jelas Sunu. (age)