Sopir Gojek Cerita Tempuh 1.200 KM Bantu Korban Gempa Lombok

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/09/2018 19:22 WIB
Sopir Gojek Cerita Tempuh 1.200 KM Bantu Korban Gempa Lombok Sopir ojek online menunggu order penumpang. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepintas tak ada yang istimewa dari sosok seorang laki-laki berusia 52 tahun sopir Gojek dengan perawakan kurus dan rambut yang sudah memutih. Retnawan Djoko Purnomo, sehari-hari menjalani profesi sebagai sopir ojek online.

Bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok pada Agustus lalu mengetuk hati Pakde Retnawaan--begitu ia disapa, untuk berkontribusi memberikan bantuan. Namun, niat tulusnya itu baru bisa ia wujudkan pada akhir bulan lalu dengan bekal bantuan sebuah motor yang dipakainya untuk mengais rejeki setiap hari di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Berbekal profesinya sebagai sopir Gojek, ia menempuh perjalanan darat Bekasi hingga Lombok dengan cara menerima order penumpang dari kota ke kota. Perjalanan yang dimulai sejak 28 Agustus lalu, akhirnya membawa Retnawan sampai di Lombok pada 4 September 2018.


Ia mengaku ide untuk menempuh jarak lebih dari seribu kilometer tercetus lantaran ingin membantu korban gempa Lombok. Meski awalnya ia tak tahu apa yang bisa dilakukan untuk memberikan bantuan kepada para korban.

"Pakde cuma punya waktu, tenaga, dan kendaraan. Akhirnya pakde inisiatif untuk mencoba ngebit (mengambil order penumpang) yang nantinya seluruh [penghasilan] didonasikan untuk saudara-saudara di Lombok," kisahnya di hadapan awak media di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).

Sopir Gojek Cerita Tempuh 1.200 KM Bantu Korban Gempa LombokRetnawan Djoko Purnomo. (Foto: CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)

Selama delapan hari menempuh perjalanan, ia juga mengaku banyak mendapat bantuan dari sesama mitra pengemudi di kota yang dilewati seperti Cianjur, Cirebon, Semarang, Solo, dan Bali. Di kota-kota tersebut, ia juga menyempatkan untuk singgah dan beristirahat.

Saat menjadi tamu di kota-kota tersebut, ia mengatakan sesama pengemudi Gojek kerap memberikan bantuan untuknya dalam bentuk kebutuhan sehari-hari. Perlakuan baik yang diterimanya termasuk mendapat jamuan makanan, minuman, hingga tempat rehat bermalam.

"Bahkan suatu kali ada seorang mitra driver di daerah Magelang yang secara pribadi memberikan donasi dalam bentuk uang untuk pakde, katanya 'jangan dilihat nilainya, bekal ini buat perjalanan pakde.' Itu sangat menyentuh hati," kenangnya.

Sesampainya di Lombok, ia mengaku berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp4 juta dari hasil membawa orderan penumpang dan sumbangan sesama pengemudi. Kesemuanya ia serahkan kepada pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Mataram dan PMI Lombok Utara.

Tak hanya menyerahkan bantuan materi, Retnawan juga mengungkapkan dirinya sempat bergabung dalam tim psikososial di PMI Mataram untuk memberikan semangat bagi korban gempa, khususnya anak-anak agar bangkit kembali menjalani hidup dan melanjutkan studi. (RBC/evn)