Mitra Grab: 7 Orang Terluka karena Pukulan dan Peluru Karet

Tim, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 17:38 WIB
Mitra Grab: 7 Orang Terluka karena Pukulan dan Peluru Karet Sedikitnya tujuh orang mitra Grab diduga mengalami luka pukul hingga terkena peluru karet di dalam kericuhan yang terjadi dalam aksi hari ini. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya tujuh orang mitra Grab diduga mengalami luka pukul hingga terkena peluru karet di dalam kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa yang diadang oleh aparat keamanan.

Salah satu koordinator aksi Tezar menuturkan sejumlah rekannya terkena luka akibat dugaan dipukul aparat keamanan hingga terkena tembakan peluru karet.


Diketahui, terjadi kericuhan pada aksi oleh mitra Grab yang berhadapan dengan aparat keamanan di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.


Salah satu penasihat hukum perwakilan mitra Grab Hardi Kristanto menuturkan sejumlah kliennya diduga terkena pukul.

"Tadi kita lihat klien saya ada yang terkena pukul. Tapi kita mohon dibantu ditelusuri dan dan ditindak lanjuti. Hal-hal seperti ini tidak dibenarkan," kata Hardi di sela-sela aksi tersebut kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).

Respons Polisi

Di tempat yang sama, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mempersilakan para demonstran untuk mengajukan laporan ke Polsek terdekat apabila merasa dianiaya.

"Saya bilang cari saksi, syukur ada video. Kita lihat siapa yang lakukan. Nanti ada penindakan. Saya pun selalu berada di tengah-tengah kalian," kata Indra.


Indra mengatakan dari awal SOP pihak kepolisian tidak akan melakukan kekerasan dalam mengamankan unjuk rasa.

Dia mengklaim situasi tidak terkendali karena ada dugaan provokator yang melempari polisi dan melakukan pendorongan.

"SOP dari awal dijalankan tapi karena dorong-mendorong terjadi jadi situasi tidak dikontrol. Saya minta kalau dilanjutkan tetap kondusif," kata Indra.


Saat ini, pengemudi masih menunggu perwakilan Grab untuk melakukan dialog terkait dengan tuntutan mereka. Sejumlah hal yang dituntut adalah tarif dan tak ada pembekuan akun pengemudi secara sepihak.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata sebelumnya menuturkan perusahaan tidak akan menoleransi dan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan pemutusan hubungan kemitraan yang telah diberlakukan kepada mitra pengemudi.

Hal itu dikarenakan mereka terbukti melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode etik Grab.

"Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk keberpihakan kami terhadap seluruh pelanggan setia serta ribuan mitra pengemudi Grab yang bekerja secara jujur yang dirugikan karena tindak kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok mitra pengemudi," katanya. (asa)