Edukasi & Fitur

Bodi Mobil Menyimpan Energi Listrik Kian Nyata

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 16:33 WIB
Bodi Mobil Menyimpan Energi Listrik Kian Nyata Ilustrasi bodi mobil menyimpan energi matahari. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para insinyur Hyundai dan Kia terus meneliti kemungkinan atap mobil menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Konsep ini untuk mengurangi mengurangi beban baterai kendaraan listrik.

Kedua manufaktur Korea itu menjelaskan sedang mengembangkan tiga jenis sistem pengisian panel surya. Sistem generasi pertama adalah untuk kendaraan hibrida, sedangkan teknologi generasi kedua membawa sistem panel surya semi-transparan ke kendaraan ICE.

Generasi ketiga dari teknologi akan melihat pengenalan panel surya ringan untuk kendaraan listrik baterai. Sistem generasi pertama, yang akan diterapkan pada model hibrida, dibuat dari struktur panel surya silikon yang terintegrasi ke dalam atap mobil standar.


Sistem ini mampu mengisi 30 hingga 60 persen baterai selama hari normal, tergantung pada kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya. Solar roof semi-transparan generasi kedua akan diterapkan pada kendaraan ICE, mewakili aplikasi pertama di dunia untuk teknologi.

Teknologi semi-transparan dapat diintegrasikan dengan sunroof panoramic, membiarkan cahaya masuk ke kabin, sambil mengisi daya baterai kendaraan pada saat yang bersamaan. Menerapkan sistem pengisian tenaga surya ke kendaraan ICE akan membantu mereka mematuhi undang-undang lingkungan global yang lebih ketat yang mengatur emisi CO2.

Sistem generasi ketiga, saat ini sedang dalam pengujian. Ini dirancang untuk diterapkan pada kap mesin dan atap model kendaraan listrik baterai ramah lingkungan untuk memaksimalkan output energi.

Kerja Panel Surya

Sistem pengisian tenga surya terdiri dari panel surya, pengontrol dan baterai. Ketika panel menyerap foton cahaya dari matahari, ia menciptakan pasangan elektron -lubang dalam sel silikon, memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik.

Ketika panel surya 100W dilengkapi, dapat menghasilkan hingga 100 Wh energi. Kontroler fitur Pelacakan Titik Daya Maksimum (MPPT), yang mengontrol tegangan dan arus untuk meningkatkan efisiensi listrik yang dipanen oleh panel surya. Kekuatan ini diubah dan disimpan dalam baterai, atau digunakan untuk mengurangi beban pada generator alternating current (AC) kendaraan, sehingga meningkatkan jarak tempuh kendaraan.

"Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik yang terintegrasi ke dalam kendaraan kami. Solar roof adalah yang pertama dari teknologi ini, dan akan berarti bahwa mobil tidak lagi secara pasif mengkonsumsi energi, tetapi akan mulai memproduksinya secara aktif," kata Wakil Presiden Eksekutif Bidang Teknik dan Desain Hyundai Motor Group Jeong-Gil Park.

Hyundai berencana akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019 mengutip engadget.com, Jumat (2/11). (gfs/mik)